Dua Hari Beruntun, Dua Sekolah Dibobol

OLAH TKP: Polisi melakukan olah TKP dan meminta keterangan kepada para guru di SDN Bojong Tengah dan SDM Dipatiukur, Kecamatan Pusakajaya, Selasa (18/9). Keduanya dibobol dua hari berturut-turut. Dua sekolah tersebut kehilangan laptop. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

PUSAKAJAYA-Dua sekolah di Kecamatan Pusakajaya kebobolan maling dalam waktu yang berdekatan. Pada Senin (17/9) murid siswa kelas 3 SDN Bojong Tengah dikagetkan dengan kondisi ruangan kantor yang berantakan. Baru disadari, 2 unit Laptop raib digondol maling.

Sehari setelahnya, Selasa pagi (18/9) giliran SDN Dipatiukur yang berlokasi tidak jauh dengan lokasi yang bertama namun berbeda desa yakni di Desa Bojong Jaya juga kembali dibobol maling. Dengan modus serupa, yakni membobol jendela dan trails, maling kembali bisa membawa 1 unit Laptop.

Menurut Kepala SDN Bojong Tengah Pepen Efendi, saat kejadian, ia sendiri tidak berada di lokasi. Sebab pagi itu, ruangan kantor diketahu telah dalam kondisi acak-acakan oleh muridnya yang membuka ruangan kantor.

“Saya dikasih tau waktu ada rapat, yang tahu kronologi detail itu Bu Fitri, karena pagi setelah ada informasi beliau langsung ke sini,” kata Pepen.

Sementara itu, menurut salah satu guru SDN Bojong Tengah Chawa Fitri Nurwati SE mengungkapkan, pagi itu kunci dititipkan di salah satu pedagang yang berjualan di sekolah. Pedagang itu mendapat pesan jika, setelah ada anak-anak sekolah datang barulah kantor bisa dibuka.

“Nah waktu itu ada anak yang membukakan kantor, setelah dia masuk dia meliaht kondisinya sudah sangat acak-acakan, barang-barang di laci sudah guplak di luar,” kata Firi saat menceritakan kronologis pada Pasundan Ekspres.

Saat ia datang ke sekolah ia menanyakan kondisi kantor yang berantakan tersebut kepada anak-anak sekolah. “Anak kelas 3 itu menjawab, apalagi tadi bu lebih berantakan, ini baru diberesin,” kata Fitri menirukan.

Setelah dilakukan pengecekan ternyata ada dua unit Laptop milik sekolah yang hilang. Ia menemukan ada tanda-tanda saat salah satu jendela terlihat congkelan obeng serta baud tralis bekas dilepas dan beberapa baud yang belum terpasang.

BACA JUGA:  Upaya Menghidupkan Minat Siswa terhadap Teater, Gerakan Seniman Masuk Sekolah Direspons Antusias

“Baru taunya tuh, ada beberapa baud yang belum dipasang dan jendela tuh buka, oh dari sini berarti kemalingan,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, selain Laptop, tidak ada lagi barang yang diambil oleh melaku meskipun ada barang elektronik lain seperti printer.

Sementara itu di tempat lain, Kepala SDN Dipatiukur Rohimah SPd mengungkapkan bahwa sebelumnya saat mendengar kejadian SDN Bojong Tengah kemalingan saat itu ia juga tengah melaksanakan rapat di Sumur Sari.
“Jadi belum sempet bilang atau kasih imbauan ke guru, eh pagi-pagi kondisi kantor sudah terlihat acak-acakan,” ucapnya.

Setelah ia mengecek disadari bahwa satu unit Laptop milik sekolah juga raib digondol maling beserta ratusan ribu uang infaq yang berada di laci meja. “Ini di laci dikeluarin, jadi acak-acakan, tapi ini uang receh gak dibawa,” katanya.

Saat ini kasus pencurian sendiri tengah ditangani Unit Reskrim Polsek Pusakanagara. Kemarin polisi langsung melakukan identifikasi dan olah TKP.(ygi/man)