Dua Proyek jadi Rebutan, LPSE Tegaskan dalam Pengawasan KPK

TAK GENTAR: Kepala Bagian LPSE Setda Purwakarta, Yogi Suprayogi mengaku tak gentar dengan interpensi pemborong. MALDIANSYAH/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Purwakarta atau yang biasa disebut bagian LPSE , Yogi Suprayogi menegaskan tidak akan bertoleransi dengan proses lelang pekerjaan. Pihaknya akan menerapkan proses penempatan pekerjaan secara normatif, sebagaimana arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Saat ini, ada dua proyek senilai miliaran rupiah, antara lain, pembangunan Diorama Keramik dan Pembangunan gedung Setda yang kini menjadi rebutan pemborong.

“Kami tegaskan untuk pekerjaan, kami tidak akan gentar dengan intervensi dari pihak manapun. Baik datang dari internal maupun eksternal pemborong,” ucap Yogi ditemui awak media diruang kerjanya.

Terkait isu adanya intervensi khususnya dari pemborong, Yogi pun tak menampik jika berbagai tekanan didapatnya akhir akhir ini. “Saya pastikan kita akan tetap berada pada jalur rel dan undang undang lelang sebagaimana mestinya. Kami yakinkan, kami akan profesional dan tidak akan menyimpang, menyalahi aturan. Jadi sehebat apapun intervensi kepada kita, kami akan patuh pada undang undang,” beber Yogi.

BACA JUGA:  Heboh, Seorang Ibu Melahirkan saat Berkunjung ke Lanud Kalijati

Demikian untuk para peserta lelang, lanjut Yogi, bisa saja mengaku-ngaku jika ada proyek-proyek yang menjadi plot mereka. Klaim seperti ini diakui Yogi sebagai salah satu bentuk intervensi yang sering terjadi. Namun dirinya memastikan tidak akan mendengar ocehan-ocehan tersebut yang seakan bernada intervensi.