Gizi Buruk, Sodik jadi Perhatian Dinas Kesehatan

SUBANG-Anak dalam kondisi gizi buruk bernama Sodik Firdaus menjadi perhatian Dinas Kesehatan. Anak berusia 39 bulan itu hanya memiliki berat badan 7Kg.

Akibat keterbatasan alat kesehatan di RSUD, Sodik akhirnya dirujuk ke RS Hasan Sadikin, Bandung. Selain itu, balita asal Kampung Babakan Ngantay Kecamatan Pabuaran tersebut positif mengidap penyakit tuberculosis (TBC).

Kabid Bina Kesehatan Masyarakat Dinkes Subang dr Ahmad Nasuhi mengatakan, Dinkes Subang melalui RSUD dan Puskesmas sudah berusaha maksimal. Bahkan kondisi Sodik sudah dipantau sejak awal. Ahmad mengungkapkan bahwa pertumbuhan Sodik juga kurang baik dibanding anak seusianya.

“Memang sudah sejak lama kami pantau. Berbagai upaya dilakukan, berkoordinasi dan mendampingi pihak keluarga. Sudah tiga kali berobat ke RSUD dan tindakan medis dari Puskemas. Kita upayakan untuk kesembuhan kondisi anak,” ungkap dr. Ahmad.

Dijelaskan Ahmad, berat badan Sodik hanya 7 kilogram, padahal untuk seumuran balita pada umumnya yang ideal antara 12-15 kilogram.

Ahmad juga mengungkapkan, banyak faktor yang menyebabkan kondisi Sodik seperti itu. Kondisi ekonomi keluarganya juga berpengaruh terhadap asupan gizi anak.

“Orang tuanya hanya bekerja sebagai buruh lepas dan dimugkinkan asupan gizinya terabaikan. Akhirnya dibawa ke RSHS karena membutuhkan penanganan penyakit tuberculosis yang dideritanya. Di sana ada dokter khusus untuk melakukan penanganan tersebut,” tuturnya.

Ia juga mengimbau kepada orang tua agar selalu memperhatikan asupan gizi untuk anak-anaknya. Faktor lingkungan juga harus diperhatikan sehingga tumbuh kembang bayi juga baik. “Mengenai jumlah balita yang gizi buruk kita siapkan dulu datanya,” punkasnya.(ygo/man)