Guru PAUD Non Formal Ingin Diakui Undang-Undang

DOA BERSAMA: Ribuan guru PAUD menggelar doa bersama dan gerekan koin Rp. 1.000 di Gor Gotong Royong Subang, Senin (4/2). YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) non formal, terus berjuang agar diakui sebagai guru formal. Saat ini mereka tengah berjuang agar diakui sebagai guru formal dalam Undang-undang Guru dan Dosen.

“Kita guru Paud Non formal sesuai Undang-undung Guru dan Dosen kita tidak diakui sebagai guru karena menurut undang undang tersebut yang disebut guru adalah guru paud Formal,” ungkap Ketua Himpaudi Kabupaten Subang, Ade Mulyana dalam acara doa bersama guru PAUD dan gerekan koin Rp. 1.000 di Gor Gotong Royong Subang, Senin (4/2).

Dia mengatakan, saat ini terus berjuangan agar adanya kesetaraan guru PAUD sehingga diakui sebagai guru formal. Perjuangan dilakukan melalui jalur hukum ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar UU Guru dan Dosen direvisi.