Inilah Asal-usul Tempat Prostitusi Janem di Pantura Subang

SUBANG-Di jalur pantura dikenal banyak warung tempat persinggahan atau istirahat para pengguna jalan. Kemudian berkembang menjadi tempat prostitusi.

Salahsatu yang terkenal adalah tempat prostitusi atau kawasan hotspot Janem di Patokbeusi, Pantura Subang.

Janem merupakan singkatan dari jalan enam. Di sana berjejer warung-warung yang sering digunakan oleh para supir kontainer atau mobil pengangkut barang beristirahat.

Namun siapa sangka warung yang dulunya hanya satu dua, kini jumlahnya menjamur menjadi puluhan dan menjadi salah satu tempat prostitusi yang terkenal di utara Subang.

Pasundan Ekspres kemudian mencoba bertemu dengan salah satu masyarakat yang dituakan di sana untuk mengungkap asal-asul lokasi bernama Janem ini. Sebut saja namanya Kang Jangkung.

Kang Jangkung yang tengah bersantai dengan segelas kopi menerima dengan baik dan tidak sungkan untuk bercerita mengani perjalanan kisah Janem ini.

Ia mengatakan, awal mula adanya warung-warung di Janem sendiri sudah mulai terlihat medio 2006-2007. Namun saat ini hanya ada satu sampai dua warung saja yang murni untuk ngopi atau beristirahat dari para pengguna jalan di Pantura. Kebanyakan berubah berubah  tempat untuk melayani lelaki hidung belang.

“Awalnya tuh warung musiman dulunya kalau ada arus mudik bikin warung, dulu satu dua warung aja,” katanya.

Namun berjalanya waktu, saat tahun 2010 mulai muncul istilah warung remang-remang atau warem. Sebab warung-warung di daerah Patokbeusi khususnya Janem ini mulai ramai. Selain itu, efek dibongkarnya tempat serupa di Cilodong, Purwakarta juga berimbas pada berpindahnya WPS (Wanita Pekerja Seks) ke Janem.

Kang Jangkung juga menyebutkan bahwa Janem sendiri merupakan nama jalan. Sebab di wilayah tersebut ada nama jalan satu hingga jalan dua belas yang didasarkan pada jalan blok padi disawah.

Mengapa nama Janem yang terkenal? Jangkung mengatakan bahwa Janem sendiri adalah nama pangkalan ojek yang berada di sekitar jalan enam.

“Kalau kata orang sunda jadi katelahnya tuh Janem. Mau kemana? Janem ah.. Karena disini pangkalan ojek akhirnya terkenal lah sampai sekarang,” ucapnya.

Mengapa berubah jadi tempat prostitusi? Dari mana para WPS dan berapa tarif mereka? (ygi/man)

Bersambung
**Nantikan liputan khusus tentang Janem..