Inilah Rahasia Uju Juanda Dipercaya jadi Kepala Desa Tiga Periode

DIPERCAYA: Kades Rawalele Uju Juanda kembali terpilih menjadi kepala desa untuk periode ketiga. Transparansi anggaran menjadi kunci masyarakat terus mempercayainya. INDRAWAN/PASUNDAN EKSPRES

Terpilih hingga tiga periode sebagai kepala desa tentu bukan hal mudah. Dialah Uju Juanda yang kini kembali menjabat menjadi Kepala Desa Rawalele, Kecamatan Dawuan. Mengapa masyarakat mempercayainya?

LAPORAN: INDRAWAN, Dawuan

Pada masa pemerintahannya, menurut salah satu warga Desa Rawalele Tatang Sopandi (41), Uju Juanda kerap mengutarakan pendapatan atau pengeluaran desa di setiap momentum, termasuk acara hajat masyarakat.

“Pak Kades Uju selalu mengumumkan anggaran desa di setiap acara. Misal di acara pertemuan RW sampai pada acara perkawinan. Salah satu alasan saya ketika memilih beliau kembali menjadi kepala desa ya itu, sikap transparansinya,” ujar Tatang saat ditemui Pasundan Ekapres, kemarin (21/1).

Berangkat dari keterangan Tatang, Pasundan Ekspres menemui Uju Juanda di kantornya. Upaya transparasi administrasi termasuk dana desa ternyata dimaksimalkan oleh Uju. Dari hal sederhana seperti mencetak baligo besar mengenai laporan dana desa di depan kartor desa, aktif di sosial media seperti facebook, tiwitter, instagram, hingga memanfaatkan hajatan masyarakat untuk laporan pada masyarakat.

“Kalau masyarakat menilai saya transparan, ya alhamdulilah memang itu tujuan saya. Saya hanya ingin bekerja semaksimal mungkin, saya berupaya agar masyarakat tidak menyimpan rasa curiga pada pemerintahaannya. Kalau segala sesuatu mengenai administrasi sampai dana desa dilaporkan dengan jelas pada pemilik hak, dalam hal ini masyarakat. Tentu kan masyarakat juga menjadi mengetahui, hungga tidak menyimpan curiga. Kami di pemerintahan desa juga bekerja dengan tenang,” jelasnya.

Menurut Uju, selama dua periode hingga sekarang periodenya yang ketiga menjabat sebagai kepala desa, sebenarnya cukup hanya menjalankan segala sesuatu sesuai dengan standar oprasional (SOP). Termasuk penggunaan dana desa yang menurut Uju paling sensitif. Dirinya menilai banyak rekan sejawatnya yang akhirnya harus berurusan dengan pihak yang berwajib karena menggunakan wewenang tidak sesuai dengan SOP.

BACA JUGA:  Hasanudin Ajak Warga Bersatu Kembali

Dalam keaempatan itu juga Uju Juanda mengutarakan mengenai pembangunan yang belum rampung yang dia jalankan di pemerintahaannya.

“Kalau infrasruktur termasuk jalan, di wiliyah Desa Rawalele ini sudah selesai, alhamdulilah. Tinggal pemberdayaan manusianya, dan pembentukan Bumdes. Saya sedang dorong kepemudaan untuk memaksimalkan kemampuannya di bidang seni. Karena di Desa Rawalele ini hampir setiap kadus memiliki kelompok seni, dari mulai kosidah, tari, band, sampai orgen tunggal. Saya sedang berupaya untuk mewadahi potensi itu,” tambahnya.

Uju menjelaskan, jika potensi pemuda pada bidang kesenian yang ada di setiap Kadus tersebut bisa dikelola oleh desa, akan banyak keuntungan bagi para pemuda tersebut. Rencananya Uju akan mendatangkan pelatih yang kompeten pada masing-masing bentuk kesenian. Juga kesejahteraannya terjamin karena produk kesenian yang mereka miliki akan dipasarkan langsung oleh desa.(idr/*)