Iuran Tetap, Manfaat BPJAMSOSTEK Meningkat

MANFAAT MENINGKAT. Manfaat JKK dan JKM BPJAMSOSTEK semakin meningkat sejak diterbitkannya PP No. 82/2019 oleh pemerintah. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

Kado Spesial Presiden Joko Widodo untuk Para Pekerja

Presiden Joko Widodo memberikan hadiah bagi seluruh pekerja Indonesia berupa peningkatan dan penambahan manfaat yang besar dari program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan atau yang kini dikenal dengan BPJAMSOSTEK.

Peningkatan manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) diberikan kepada para pekerja Indonesia tanpa kenaikan iuran.

Ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 tentang perubahan atas PP Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian yang telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2019.

Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Ida Fauziah menekankan, peningkatan manfaat tersebut sebagai jaring pengaman mencegah risiko sosial ekonomi. Sehingga, pekerja dan keluarganya mendapatkan perlindungan pada saat terjadi risiko kecelakaan maupun kematian pada saat bekerja.

“Diharapkan dengan manfaat perlindungan ini para pekerja dapat melaksanakan aktivitas bekerja dengan nyaman dan tenang. Sehingga akan berdampak pada peningkatan produktivitas dalam dan di luar perusahaan,” ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Pasundan Ekspres, Jumat (17/1).

Program JKK yang diselenggarakan BPJAMSOSTEK meliputi perlindungan risiko kecelakaan kerja bagi pekerja dimulai dari perjalanan berangkat, pulang, dan di tempat bekerja, serta pada saat melaksanakan perjalanan dinas.

Di antaranya, santunan pengganti upah selama tidak bekerja, santunan kematian sebesar 48 kali upah, santunan cacat total hingga maksimal sebesar 56 kali upah, bantuan beasiswa, hingga manfaat pendampingan dan pelatihan untuk persiapan kembali bekerja atau return to work.

Manfaat JKK menjadi semakin baik lagi karena adanya perubahan peningkatan manfaat sebagaimana diatur dalam PP No. 82/2019, antara lain berupa santunan pengganti upah selama tidak bekerja, ditingkatkan nilainya menjadi sebesar 100 persen untuk 12 bulan dari sebelumnya 6 bulan dan seterusnya sebesar 50 persen hingga sembuh.

PP tersebut juga meningkatkan manfaat biaya transportasi untuk mengangkut korban yang mengalami kecelakaan kerja. Untuk angkutan darat dinaikkan dari Rp1 juta menjadi maksimal Rp5 juta, biaya transportasi angkutan laut dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, dan biaya transportasi angkutan udara menjadi Rp10 juta dari sebelumnya Rp 2,5 juta.
“Kami memastikan ketahanan dana program JKK dan JKM yang dikelola BPJAMSOSTEK masih sangat cukup untuk menopang manfaat yang baru, sehingga peningkatan manfaat ini dapat dilaksanakan tanpa menaikkan iuran kepesertaan,” kata Ida.

Bantuan beasiswa juga merupakan manfaat program JKK yang mendapatkan kenaikan cukup signifikan dalam PP tersebut. Sebelumnya, Rp12 juta untuk satu orang anak, saat ini menjadi maksimal sebesar Rp174 juta untuk dua orang anak. Sehingga kenaikan manfaat beasiswa BPJAMSOSTEK tersebut mencapai 1.350 persen.

Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Agus Susanto mengatakan, pendidikan anak lebih terjamin dengan adanya pemberian beasiswa yang diberikan sesuai jenjang pendidikan dengan besaran nominal yang lebih tinggi.
“Beasiswa akan diberikan sejak taman kanak-kanak (TK) hingga anak pekerja lulus dari bangku kuliah,” ujarnya.

Tidak hanya program JKK, program JKM juga mengalami peningkatan manfaat yang cukup signifikan. Selama ini manfaat program JKM yang diterima ahli waris terdiri dari santunan kematian yang diberikan secara sekaligus dan berkala selama 24 bulan, bantuan biaya pemakaman dan beasiswa untuk satu orang anak dengan total manfaat sebesar Rp24 juta.

Namun, dengan disahkannya peraturan ini total manfaat santunan JKM meningkat sebesar 75 persen menjadi Rp42 juta. Hal ini tidak terlepas dari kepedulian pemerintah untuk membantu meringankan beban pekerja atau keluarganya yang ditinggalkan.
Adapun perincian santunan kematian program JKM naik dari Rp16,2 juta menjadi Rp20 juta, santunan berkala meninggal dunia dari Rp6 juta untuk 24 bulan menjadi Rp12 juta, dan biaya pemakaman naik dari Rp3 juta menjadi Rp10 juta.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPJAMSOSTEK Purwakarta Herry Subroto menyebutkan, pihaknya sudah menyosialisasikan PP No. 82/2019 ke seluruh perusahaan dan peserta BPJAMSOSTEK.

“Ini bentuk kasih sayang pemerintah kepada masyarakat pekerja tanpa menaikkan iuran sedikit pun. Sehingga semakin jelas besarnya manfaat yang dapat diperoleh para pekerja dengan menjadi peserta BPJAMSOSTEK,” ucapnya di Purwakarta, Jumat (17/1).(add/vry)