Jalin Kerjasama Ekonomi, Santri Ponpes Al-Mizan Heboh Kedatangan Bule Singapura dan Brasil

MAJALENGKA-Pondok Pesantren tidak hanya fokus di bidang pendidikan, dakwah dan sosial. Tapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui program kemitraan dengan lapisan kalangan yang beragam.

Tidak terkecuali dengan pemgusaha luar negeri seperti yang dilakukan Ponpes Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka.

Para pengusaha yang datang dari Singapura, Brasil, Malaysia dan Indonesia ini dipimpin Pengusaha Nasional Syarief Bastaman. Syarief merupakan pituin Sunda dari Tasikmalaya, dikenal sebagai penguasaha energi dan Migas. Ia bersahabat erat dengan Pimpinan Ponpes Al-Mizan, KH. Maman Imanulhaq.

Alberto saat menampilkan kemahirannya memainkan bola di hadapan para santri.

Para pengusaha tersebut berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Mizan, Senin (20/01). Disambut ribuan santri dan pengasuh pesantren.

Nazarisham, pengusaha muda asal Singapura yang punya konsen terhadap perkembangan pendidikan Islam dan isu sosial seperti panti asuhan mengaku berbahagia bisa memgunjungi Al-Mizan.

“Saya akan mendampingi Al-Mizan agar jadi lembaga pendidikan Islam yang besar dan bermanfaat secara luas,” ujar Naza yang memiliki Yayasan Sosial Naza Fondation.

Ia pun membangun beberapa pesantren di Sumatera. Yang menarik perhatian para santri adalah seorang bule yang humoris dari Brasil.

Selain pengusaha batu mulia emerland, Alberto adalah seorang mantan pemain sepakbola handal. Maka ia perlihatkan kemahiran main si kulit bundar di hadapan santri Al-Mizan. Ia berjanji mendatangkan pemain kelas dunia dari Brasil seperti Neymar, Julio Cesar, Firmino dll.

Pimpinan Ponpes Al-Mizan KH. Maman Imanulhaq menjelaskan maksud kedatangan rombongan penguasa tersebut.

“Kita membahas Kemitraan tentang Eksplorasi minat dan bakat geherasi unggul yang ada di Al-Mizan, optimalisasi bidang usaha pesantren spt Mizan Mart, dan penguatan program penghijauan,” ungkap Kang Maman.

Ketua Yayasan Al-Mizan, H. Asep Zaenal Aripin mengapresiasi kerjasama dan kemitraan yang digagas karena sejalan dengan visi Al-Mizan sebagai pesantren yang berorientasi pada pengembangan ekonomi pesantren berbasis kerakyatan.

“Kita siap menjalin komitmen dengan berbagai pihak untuk kemajuan ekonomi pesantren dan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Rombongan disambut oleh para Guru, Ustadz dan ribuan santri Al-Mizan mulai dari TK, SDIT, MTs, SMA Islam dan SMK Maarif Al-Mizan. Pada kesempatan itu ditampilkan Seni Pencak silat Santri Al-Mizan.

Para tamu juga berkesempatan melakukan penanaman Pohon Mahoni di Kompleks Al-Mizan dan berkeliling melihat fasilitas, sarana dan prasarana pendidikan di lingkungan Al-Mizan.(man)