Jangan Pilih Caleg Beli Suara

VISI MISI: Caleg DPR RI dari PSI, Moch Rudy ketika paparkan visi misinya ke masyarakat Subang. Yusuf Suparman/pasundan ekspres

SUBANG-Salah satu misi utama PSI adalah memberantas politik uang yang dilakukan oleh para politisi busuk kepada masyarakat. Bagaimana tidak, politik jual beli suara ini sangat berpotensi menjadi perilaku korupsi jika caleg dengan perilaku tersebut terpilih menjadi anggota DPR.

Menurut Moch Rudy Firdaus SE, Caleg DPR RI dari Partai Solidaritas Indonesia NO urut 5, para caleg yang melakukan jual beli suara masuk dalam katagori politisi busuk, yaitu politisi yang memiliki mental rendah. Caleg rendahan karena tidak memiliki visi yang jelas untuk kesejahteraan masyarakat.

“Mungkin caleg rendahan ini lupa atau bahkan tidak tahu, bahwa anggota DPR itu adalah mewakili masyarakat. Jangan sampai anggota DPR justru membangun kerajaan bisnis di gedung DPR yang tujuannya mencari keuntungan untuk memperkaya diri sendiri,” ujarnya.

BACA JUGA:  Bang Ara Umrohkan 9 Kader PDIP

Jika memang anggota DPR adalah mewakili masyarakat, seharusnya kata dia, masyarakat yang meminta kepada seseorang yang dianggap mumpuni untuk mewakili aspirasi kelompok masyarakat tertentu menjadi perwakilan mereka di gedung rakyat tersebut.

Tetapi yang terjadi sebaliknya, justru para caleg lah yang mengklaim dirinya bisa mewakili masyarakat dengan janji-janji yang kadang-kadang tidak sejalan dengan rekam jejak caleg. Bahkan tidak sedikit caleg yang tidak memiliki rekam jejak di masyarakat.

“Persolannya adalah bagaimana meyakinkan masyarakat, jika rekam jekaknya selama ini tidak menyetuh kebutuhan masyarakat bahkan sama sekali tidak pernah? jawaban yang paling mudah adalah beli suara rakyat,” katanya.

Memang kata dia, membeli suara rakyat itu mudah, cukup siapkan uang, bentuk relawan dan tebarkan dengan janji manis dan tidak perlu narasi tentang manfaat apa yang diterima masyarakat jika memilih dirinya.

BACA JUGA:  637 Caleg Rebutan 50 Kursi