Jelang Belajar Tatap Muka, Orang Tua Ragukan Kesiapan Sekolah

SUBANG-Wacana akan dibukanya belajar tatap muka di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, disambut beragam komentar oleh beberapa wali siswa di Subang.

Beberapa diantara mereka ada yang sepakat dan ikut mendukung langkah Dinas Pendidikan yang akan segera mengizinkan belajar tatap muka pada Januari 2021 mendatang. Ada juga yang sebaliknya, yakni wali siswa yang khawatir dan menyarankan Dinas Pendidikan untuk memastikan kemanan dan keselamatan dari peserta didik.

“Kalau saya memiliki keyakinan, jika sekolah menerapkan protokol kesehatan secara optimal, sekolah sudah bisa dilaksanakan dengan tatap muka. Apalagi saat ini kita ada di masa adaptasi kebiasaan baru. Kalau tidak berani memulai, ya lantas akan kapan,” ungkap Wildansyah (37) wali siswa SDN Soklat Subang, Selasa (23/11).

Dia juga menuturkan jika selama ini belajar yang dilaksakan secara daring (online) sama sekali tidak optimal. Bukan soal pulsa dan jaringan internet, melainkan yang jauh lebih masalah adalah soal psikologis dari anaknya.

“Saya lebih khawatir pada psikologis anaknya sih. Bayangkan saja, lebih dari lima bulan. Kalau malah jadi enggan datang ke sekolah gimana?” tambahnya.

Sedangkan dalam kesempatan yang berbeda, wali siswa yang lain Vina Dahviyani (31) justru menyampaikan hal sebaliknya. Di tengah kasus tren positif Covid-19 yang semakin meningkat di Kabupaten Subang, dia merasa khawatir jika sekolah akan segera melakukan belajar tatap muka, apalagi kecenderungan anak-anak yang sulit diatur.

“Sekalipun misalnya mau memulai pembelajaran tatap muka, harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik,” ungkapnya.

Camat Perketat Penerapan AKB

Sementara itu, Camat Subang Deni Setiawan menerbitkan surat imbauan pada setiap kecamatan berkaitan dengan pengketatan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Selasa (24/11). Surat tersebut berkaitan dengan terbitnya surat edaran dari bupati, yang terbit beberapa waktu lalu. Setidaknya ada tiga poin yang menjadi imbauan Deni Setiawan pada masyarakat, diantaranya yakni adakan kegiatan edukasi kepada masyarakat tentang 3M.

“Juga termasuk penyemprotan disinfektan pada setiap fasilitas umum dan kantor, juga melakukan secara rutin imbauan atau ajakan, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Covid-19 dengan RT/RW di lingkungan masing-masing,” ungkap Camat Deni Setiawan.

Dia juga mengungkapkan, seharusnya masyarakat tetap memperhatilkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.”Saya imbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19,”ungkapnya kepada Pasundan Ekspres, belum lama ini.

Kecamatan Subang sendiri, per hari Senin (23/11) penambahan kasus Covid-19 menimpa pada empat orang, dari total penambahan 10 di seluruh Kabupaten Subang, empat diantaranya di Kecamatan Subang. Penambahan secara rinci, dua orang berasal dari Kecamatan Pagaden, satu orang dari Kecamatan Ciater, satu orang dari Kecamatan Serangpanjang, dua orang dari Kecamatan Caisem dan empat orang dari Kecamatan Subang.

“10 orang ini tadinya suspek bergejala dirawat di RSUD, setelah dilakukan SWAB hasilnya positif,” kata Kepala Dinas Kominfo Subang, Mas Indra Subhan.

Dengan penambahan 10 orang tersebut, total jumlah kasus Konfirmasi Positif menjadi 491 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 409 orang sembuh, 49 orang masih proses isolasi dan 33 orang meninggal dunia. Sedangkan Kepala Dinas kesehatan, Nunung Suhaeri, yang mulai hari ini dipindah tugaskan menjadi Asda 2 bidang pembangunan dan perekonomian, dalam paparannya menyampaikan untuk jumlah positif covid sebanyak 481 untuk data jumlah kematian sebanyak 32. Saat ini Subang belum mencapai 1 persen, untuk swab, dan harus diupayakan bisa mencapai 1 persen.

“Angka kesembuhan diangka 84.6 persen sedangkan angka kematian 6.6 persen. Semua kecamatan sudah terpapar. Kasus yang masih ada di 15 kecamatan relatif sudah sembuh,” ungkapnya.

Dia menyarankan agar satgas-satgas yang ada di tingkat kecamatan dan Desa perlu untuk diaktifkan kembali, sehingga apabila nanti ada kasus suspect dapat dilakukan penanganan secara cepat.(eko/idr/vry)