Jemur Padi Massal Tradisi Musim Panen di Desa Ciruluk, Kades Usulkan jadi Wisata Musiman

JEMUR PADI MASAL: Kades Ciruluk Dede Dermawan ditemani Babinsa AD Desa Bambang, saat menyapa para penjemur padi basah di lapangan Desa Ciruluk. INDRAWAN/PASUNDAN EKSPRES

Cerminkan Gotong Royong

Musim panen telah tiba, petani ramai berbondong-bondong memanen padi di sawah. Ada tradisi menarik yang dimiliki masyarakat Desa Ciruluk Kalijati, jika musim panen telah tiba.

LAPORAN: INDRAWAN, Kalijati

Warga masyarakat di Desa Ciruluk selalu menjemur padi secara massal di lapangan kantor Desa Ciruluk. Tidak main-main, jumlah padi yang dijemur bisa full memenuhi permukaan lapang yang ada di depan Kantor Desa Ciruluk. Jika dilihat, ukuran bisa seluas lapangan sepak bola.

Kepala Desa Ciruluk Dede Dermawan SE menjelaskan, menjemur padi secara massal tersebut, merupakan warisan turun-temurun masyarakat Desa Ciruluk. Dari mulai yang punya sawah seluas puluhan bata, hingga puluhan hektar pasti jemur padinya di lapang depan kantor desa. Tapi mayoritas dari para penjemur padi ini, justru punya sawah di wilayah Pantura. Sebab di Ciruluk sendiri untuk sawah terbatas tidak sampai sebanyak ini.
“Luas wilayahnya saja Ciruluk kan kecil. Ini padi yang dijemur di sini sehari bisa mencapai puluhan ton jumlahnya,” Jelas Dede kepada Pasundan Ekspres.

Hal demikian, kata Dede, justru membanggakan dirinya. Menurut Dede, dalam aktivitas tersebut tergambar bagaimana guyub (kompak) masyarakat Desa Ciruluk bergotong royong. Terlebih dalam mewujudkan Desa Ciruluk Cekas. Dede menilai, penjemuran padi secara massal tersebut, memiliki potensi untuk dijadikan wisata musiman. Indikasinya, sudah terlihat dari mulai ramainya pedagang hingga aktivitas para penjemur, menjadi daya tarik tersendiri.

“Ke depan saya mau, agar jemur padi massal ini mewujud sebagai wisata musiman Desa Ciruluk. Dibuat ritualnya oleh kesenian, misalnya. Terus ada prosesi-prosesi lain yang bisa menarik perhatian. Ini juga ramai secara spontan saja, karena aktivitas penjemur dan para pedagang yang ada, kerap mengundang perhatian pengguna jalan di sekitar area Desa Ciruluk,” tambahnya.

Secara bersamaan Ma Icih (65) yang sering menjemur padi di lapangan Desa Ciruluk, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Kades Ciruluk yang telah memberikan tempat atau mengijinkan lapangan untuk dipergunakan menjemur padi.
“Saya merasa bersyukur dan berterimakasih kepada Pa Kades, yang telah mengijinkan kami warga masyarakat Desa Ciruluk untuk menjemur padi di lapangan ini. Saya pun bergantian dengan warga masyarakat lainnya untuk menjemur padi ini,” ucap Ma Icih.

Penjemuran padi tersebut dilakukan secara bergantian antar warga Desa Ciruluk. Sekitar 30 ton padi basah perharinya dijemur di lapangan Desa Ciruluk. Selama satu bulan lebih, warga Desa Ciruluk menjemur padi secara bergantian.(*/vry)