Jenis Bambu di Jabar Tinggal 36 Macam

KREATIF: Wakil TP PKK Provinsi Jawa Barat Hj. Lina Marlina Ruzhan didampingi Ega Agustine Rosyadi dalam pembukaan Pelatihan Baju Baja.

SUBANG-Pelatihan Bambu Juara Bambu Jawa Barat (Baju Baja) resmi dibuka di aula kantor Desa Blanakan, Kamis (7/2). Pelatihan Baju Baja diikuti Kota Bekasi, Kabupaten Subang dan Indramayu yang diwakili masing masing desanya. Desa Kalijati Timur, Desa Blanakan dan Desa Ciasem Girang menjadi perwakilan Kabupaten Subang.

Persemian ditandai penyematan tanda peserta perwakilan tiga kota/kabupaten. Penyerahan penghargaan kepada delapan desa, dan penyerahan cinderamata diberikan langsung Wakil Ketua TP-PKK Provinsi Jawa Barat Hj. Lina Marlina Ruzhan, SE.

Ketua program bambu juara bambu Jawa Barat Oki Hikmawan berharap, diresmikannya pelatihan Baju Baja bisa menjaga seluruh bambu yang ada di sekitar dan dimanfaatkan lebih tepat lagi kegunaanya. “Salah satunya yaitu dengan membuat produk bambu tersebut bisa lebih bermanfaat untuk semua,” katanya.

Hijau Lestari Indonesia berupaya membudidayakan tanaman bambu agar dimanfaatkan menjadi berbagai kerajinan. Selain itu, bambu juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai alat rumah tangga, semisal sedotan. “Banyak perusahaan besar dan tempat kuliner ingin penjualan yang biasanya sedotan pakai plastik dia minta dari bambu yang secara ekonomi sangat berarti,” terangnya.

Wakil TP PKK Provinsi Jawa Barat Hj. Lina Marlina Ruzhan, SE menyampaikan, Jawa Barat kaya dengan ragam jenis pohon bambu. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggagas program 100 desa kreatif, dengan memanfaatkan pohon bambu agar punya nilai ekonomi. “Potensi bambu di Jawa Barat itu sangat luar biasa yang berada di wilayah kabupaten, wilayah pedesaan. Apalagi Jawa Barat curah hujannya sangat tinggi, berarti untuk tumbuhnya bambu juga sangat hebat,” ungkapnya.

Program 100 desa kreatif, sesuai dengan tagline Jabar Juara Lahir Batin. Program tersebut akan menghadirkan upaya pemanfaatan potensi lokal sekaligus pelestariannya. Potensi yang besar ini harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat terutama masyarakat yang ada di pedesaan. Program 100 desa kreatif ini hasil kolaborasi HLI dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat melalui Sawala Eco Villlage, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa Barat, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat. Program 100 desa kreatif ini akan memberikan pelatihan pemanfaatan sekaligus budidaya pohon bambu dan pelatihan melibatkan kaum muda.

BACA JUGA:  Tingkatkan Produktivitas, Perhutani Perluas Tanaman Kopi

“Jawa Barat memiliki 56 jenis bambu, hanya saja sampai dengan saat ini yang tersisa sebanyak 36 macam. Satu ekosistem hilang, dari 56 jenis bambu di Jawa Barat kami hanya menemukan 36 di lapangan. Bagaimana dengan bambu tutul, bagaimana dengan bambu duri yang sudah mulai hilang. Kemudian bambu ater asli Subang yang juga sudah mulai hampir punah,” paparnya.

Hj. Lina Marlina Ruzhan berharap, dalam kegiatan ini menjadi fondasi kemitraan antara pemerintahan Provinsi Jawa Barat. “Melalui pelaksana program dalam mencapai tujuan bagian dari pemberdayaan masyarakat menuju Jabar Juara Lahir Bathin, dalam menciptakan hidup yang baik serta pemberdayaan potensi desa bagi kehidupan kita semua,” ungkapnya.

Selanjutnya istri Wakil Bupati Subang Istri Wakil Bupati Subang Ega Agustine Rosyadi., S.Kep Ners. M.Kep didamping juga Kepala Desa Blanakan dan ketua Program Baju Baja mengunjungi ke yayasan Baitul Athiq Blanakan. Yayasan tersebut merupakan salah satu tempat yang akan menjadi salah satu bagian dari pengembangan bantuan dari hijau lestari indonesia. Kunjungan dilanjutkan peninjauan ke taman pelangi Blanakan. “Ke depannya akan kami rapihkan untuk kita kembangkan kembali menjadi salah satu obyek wisata,” kata Ega.(rls/vry)