Jepang vs Cile, Ujian Pertama Lawan Jagoan Asia

SAO PAULO-Cile akan memulai misi mereka mempertahankan gelar Copa America menghadapi jagoan Asia, Jepang, di Estadio do Morumbi, besok pagi. Ada kekhawatiran sang juara bertahan pada sindrom juara.

La Roja–julukan Cile–menjadi kampiun Copa America dua edisi terakhir. Setelah juara di negara sendiri pada 2015, mereka kemudian mempertahankan gelar pada edisi 100 tahun Copa America di Amerika Serikat 2016 silam.

Pelatih Cile, Reinaldo Rueda menegaskan, dua gelar itu adalah masa lalu. Karena itu, ia meminta pasukannya fokus. Pengalaman Piala Dunia yang buruk yang menimpa sejumlah negara juara bertahan menjadi alasan Rueda memberi warning pada Arturo Vidal dan kawan-kawan.

Saya telah banyak menekankan fakta bahwa Cile adalah juara pada 2015 dan 2016. Tiga tahun telah berlalu dan sekarang kami harus menulis sejarah kami sendiri,” kata Rueda kepada wartawan di markas latihan tim di Sao Paulo dikutip dari Xinhua.

Dengan sindrom juara, sang jawara tersingkir di fase pertama karena mereka masih berjalan satu meter di atas tanah. Jika kita mulai percaya bahwa kita adalah juara dan tidak ada yang bisa mendekati kita, kita akan mengalami nasib yang sama seperti Brasil, Italia , Spanyol dan Jerman di empat Piala Dunia terakhir, tegasnya.

Warning ini memang wajib disampaikan pelatih asal Kolombia tersebut. Pasalnya, ini ujian baginya selaku pelatih yang harus bisa meneruskan keberhasilan dua pendahulunya; Jorge Sampaoli dan Juan Antonio Pizzi yang sukses mempersembahkan gelar Copa America.

Selain itu, sang pelatih memastikan Jepang akan memberi mereka masalah pada laga perdana Grup C ini. “Jepang adalah rival yang hebat dan memiliki kultur sepak bola bagus. Mereka memiliki dua faktor utama, yakni rasa hormat dan disiplin,” ujar pelatih berusia 62 tahun tersebut di situs Federasi Sepak Bola Cile.

BACA JUGA:  Askab Subang U13 Raih Tiga Poin Taklukan Askab Purwakarta

Arturo Vidal yang menjadi salah satu pahlawan di dua edisi terdahulu menambahkan, sisa-sisa generasi emas Cile masih memiliki banyak hal yang bisa ditawarkan di turnamen ini. Akan tetapi, seperti pelatihnya, ia mengatakan Jepang akan menghadirkan laga berat.

Jepang adalah tim yang terorganisasi. Mereka cepat dan kami harus berhati-hati, berkonsentrasi. Ketika mereka keluar untuk bermain, kami harus mencoba untuk menyerang mereka dengan sangat cepat. Setelah itu mereka akan berubah ke 5-4-1 dan sangat sulit untuk mencetak gol,” kata Vidal di AFP.

Di kubu Jepang, pelatih Hajime Moriyasu mengaku sudah siap bersama pasukannya. “Saya benar-benar tak sabar untuk bermain di Copa America, ini adalah salah satu turnamen tingkat tertinggi di dunia. Cile adalah salah satu tim terkuat di dunia,” tegas Moriyasu di the-afc.com.

Moriyasu membawa pemain terbaik Jepang termasuk Takefusa Kubo, yang digembar-gemborkan sebagai “Messi Jepang”. Namun, tumpuan utama mereka masih pada sosok senior seperti Eiji Kawashima, Shinji Okazaki dan Gaku Shibasaki. Cile juga akan mengandalkan pemain berpengalaman seperti Jean Beausejour, Gary Medel, Muaricio Isla, Vidal, serta Alexis Sanchez. Akan tetapi, nama terakhir kemungkinan akan memulai dari bangku cadangan karena baru pulih dari cedera.(amr/ian/vry)

Prakiraan Pemain
Jepang (3-4-2-1): Kawashima; Nakayama, Ueda, Tomiyasu; Ito, Shibasaki, Hara, Sugioka; Nakajima, Kubo; Okazaki
Cile (4-3-1-2): Arias; Isla, Maripan, Medel, Beausejour; Aranguiz, Pulgar, Pavez; Vidal; Castillo, Vargas

Head to head
27/05/09 Jepang 4-0 Cile
26/01/08 Jepang 0-0 Cile

5 LAGA TERAKHIR

Jepang
09/06/19 Jepang 2-0 El Salvador
05/06/19 Jepang 0-0 Trinidad-Tobago
26/03/19 Jepang 1-0 Bolivia
22/03/19 Jepang 0-1 Kolombia
01/02/19 Jepang 1-3 Qatar

Cile
07/06/19 Cile 2-1 Haiti
27/03/19 AS 1-1 Cile
23/03/19 Meksiko 3-1 Cile
20/11/18 Cile 4-1 Honduras
16/11/18 Cile 2-3 Kosta Rika