Kelaparan, Puluhan Orang Rohingya Terdampar di Pantai Malaysia

KUALA LUMPUR – Kepolisian Malaysia menemukan sedikitnya 34 orang suku Rohingya di sebuah pantai, pada Jumat (1/3). Kelompok minoritas Muslim Myanmar tersebut, diperkirakan tiba di negara Malaysa melalui laut selama hampir setahun.

Sekitar 740.000 Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh setelah tindakan keras militer pada Agustus 2017, bergabung dengan sejumlah besar yang sudah terkurung di kamp-kamp.

“Warga Suku Rohingya ditemukan di daerah pantai terpencil di negara bagian Perlis. Mereka lelah, lemah dan lapar. Para pengungsi, yang termasuk pria, wanita dan anak-anak, sekarang berada dalam tahanan otoritas imigrasi,” kata petugas kepolisian, Nahar Jalaluddin.

Nahar mengaku curiga, bahwa suku Rohingya tersebut telah diangkut ke perairan Malaysia dari negara tetangga Thailand oleh penyelundup manusia di bawah kegelapan, dan dibuang dekat ke pantai.

Surat kabar New Straits Times melaporkan bahwa penduduk desa menemukan Rohingya di pantai tertutup lumpur, dan banyak yang menangis. Ini adalah pertama kalinya sejak April 2018 bahwa pihak berwenang Malaysia telah menemukan sekelompok Rohingya yang berhasil sampai ke negara itu melalui laut.

Tidak jelas apakah mereka memulai perjalanan mereka di Myanmar atau Bangladesh, di mana sejumlah besar orang Rohingya tinggal di kamp-kamp pengungsi yang jorok.

Pasukan keamanan Bangladesh telah menghentikan upaya berulang kali oleh penyelundup untuk mengangkut Rohingya ke Malaysia dengan kapal. Pihak berwenang khawatir banyak yang berusaha melakukan penyeberangan sebelum dimulainya musim hujan pada akhir Maret.(der/fin)