Kemenhub Musyawarahkan Ganti Rugi Lahan Terdampak Patimban

GANTI KERUGIAN: Tim Kementerian Perhubungan bersama BPN Subang saat melakukan musyawarah bentuk ganti kerugian lahan terdampak proyek Pelabuhan Patimban, yang berlangsung di Aula Kecamatan Pusakanagara, kemarin (12/9). Saat ini BPN Subang masih merekap hasil musyawarah tersebut. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

PUSAKANAGARA– Musyawarah bentuk ganti kerugian lahan terdampak proyek Pelabuhan Patimban, kembali dilakukan oleh Kementerian Perhubungan bersama dengan BPN Kabupaten Subang, berlangsung di Aula Kecamatan Pusakanagara, kemarin (12/9).

Kali ini, musyawarah bentuk ganti kerugian dilakukan untuk lahan di backup area Pelabuhan Patimban, zona 15 hingga 20.

Warga sendiri diberikan lembaran berkas dalam amplop, yang merupakan nilai ganti rugi, hasil dari penilaian tanah oleh tim appraisal untuk akses jalan menuju pelabuhan Patimban.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelabuhan Patimban Ngatiyo S.IP mengatakan, kali ini sebanyak 88 orang diundang untuk melakukan musyawarah, yang terdiri dari 48 Pemilik lahan dan 40 penggarap dengan total 158 bidang tanah.

BACA JUGA:  Tim Gabungan Sisir Hutan Kutamaneh, Terindikasi Ada Ladang Ganja

“Sekarang sudah masuk musyawarah untuk backup area, setelah audit dari BPKP selesai. Saat ini yang diundang adalah pemilik atau penggarap pada 158 bidang tanah,” kata Ngatiyo.

Ngatiyo menambahkan, total kebutuhan untuk backup area sendiri yakni sebanyak 486 bidang. Namun kali ini, sesuai audit BPKP, hanya 158 bidang yang terlebih dahulu diundang. Musyawarah kali ini, berbeda dengan musyawarah-musyawarah sebelumnya, yang dilakukan untuk akses jalan.

“Kalau ini untuk backup area, kalau akses jalan, sampai terakhir yang sudah dibebaskan, totalnya mencapai 73 bidang,” ungkap Tiyo.

Ia menambahkan, saat ini perkembangan mengenai pembebasan lahan untuk akses jalan maupun backup area, terus menunjukan progress. Sebab, dari pimpinan sendiri, menekankan dalam setiap minggunya harus selalu ada progress.

BACA JUGA:  Timsus 1901 Tidak Akan Berhenti di Pilpres 2019

“Jadi Insya Allah, satu dua minggu kedepan aka ada pembayaran lagi,” ucapnya.