Kepala SD Plus 2 Al-Muhajirin dapat Penghargaan Presiden RI

GURU INSPIRATIF: Kepala SD Plus 2 Al Muhajirin Lia Yulindaria (ketiga dari kanan) saat menerima penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo yang diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Kepala SD Plus 2 Al Muhajirin Lia Yulindaria dianugerahi sebagai Guru Inspiratif Indonesia Tahun 2019 pada puncak peringatan HUT ke-74 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2019 di Stadion Wibawa Mukti, Jalan Science Boulevard, Sertajaya, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (30/11).

Atas prestasi dan raihannya itu, tak tanggung-tanggung, Lia berhak atas penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo.
Ditemui di sela kegiatannya di Al-Muhajirin Kampus II, Ciseureuh Purwakarta, Lia mengaku tak pernah menyangka akan mendapatkan anugerah tersebut.

“Alhamdulillah, anugerah ini berkat dukungan semua pihak kepada saya. Insya Allah akan terus memotivasi untuk terus berkarya dan memberikan yang lebih baik lagi,” ujarnya kepada koran ini, Selasa (2/12).

Lia menyebutkan, pada awalnya, dirinya mendapatkan tawaran dari PGRI Kabupaten Purwakarta untuk mengikuti kompetisi Guru Inspiratif Tingkat Nasional 2019. “Ya sudah saya akhirnya memberanikan diri untuk mendaftar,” kata Lia.

Dengan mendapatkan penghargaan tersebut, Lia juga memberikan harapan kepada pendidik di seluruh Indonesia untuk bekerja dan memberikan yang terbaik. “Nikmati dan cintai prosesnya. Termasuk dengan dan orang-orang yang turut mendukung kita berjuang. Insya Allah berkah,” ujarnya.

Tak lupa, Lia juga mendoakan SD Plus 2 Al Muhajirin dan Yayasan Al Muhajirin. “Semoga saya bisa terus memberikan yang terbaik dan menjadi pribadi yang dapat menginspirasi serta menghasilkan keberhasilan guru dan siswa yang lain,” katanya.

Ditemui terpisah, Ketua Yayasan Al-Muhajirin Dr Hj Ifa Faizah Rahmah M.Pd mengatakan, penghargaan yang berhasil diraih Kepala SD Plus 2 Al-Muhajirin otomatis membawa nama sekolah dan Yayasan Al Muhajirin semakin dikenal, tidak hanya di Purwakarta tetapi juga di seluruh Indonesia.

“Pun, berkat anugerah tersebut, menjadikan Ibu Lia sebagai seorang kepala sekolah dan pemimpin yang perlu dipertimbangkan di dunia pendidikan,” ucapnya.(add/vry)

BACA JUGA:  Bangunan Bersejarah di Subang Tidak Terawat, Pemda Tidak Punya Anggaran