Komunitas WPAP Chapter Subang, Meraup Dollar dari Orderan Luar Negeri

KOMPAK: Para WPAPer dari komunitas WPAP chapter Subang memamerkan karyanya saat kopdar di Alun-alun Subang, beberapa waktu yang lalu.

Sekelompok pemuda berkumpul di Gazebo Alun-alun Subang, beberapa waktu yang lalu. Mereka terlihat mengotak-atik gambar di laptop menggunakan software grafis seperti Corel dan Adobe Illustrator. Mereka menggambar ulang (tracing) foto dengan bentuk kotak atau garis tegas tanpa ada kurva (melengkung) yang disebut WPAP.

LAPORAN: Ruhendi – Subang

WPAP singkatan dari Wedha’s Pop Art Potrait adalah suatu gugus seni ilustrasi potret wajah yang bersaling-silang secara geometri. WPAP biasaanya menggunakan kontradiksi warna-warna khusus, agar terlihat kontras dan menarik. Teknik melukis ini ditemukan oleh Wedha Abdul Rasyid, seniman grafis kelahiran Cirebon pada tahun 1990.

Sebelum terbentuk komunitas WPAP chapter Subang, para WPAPer (pecinta WPAP) yang berasal dari Subang dan sekitarnya belajar tentang WPAP di grup Facebook “Belajar WPAP Yuk” yang anggotanya dari seluruh penjuru Indonesia. Di grup FB itu, ketika ada anggota yang memposting karya biasanya dikasih saran dan kritik sehingga karya selanjutnya lebih baik lagi.

Para WPAPer yang berasal dari Subang, sering saling komen di grup FB tersebut dan akhirnya, menyepakati untuk bisa bertemu dan berkumpul (kopdar). Awalnya kopdar (kopi darat) pertama hanya sekitar 2 – 3 orang yang hadir dan kopdar bulan berikutnya banyak yang hadir.

Pada Mei 2017 saat kopdar di RM Bale Desa Subang, WPAPer menyepakati Anang Maulana (28) menjadi ketua WPAP chapter Subang. Saat ini anggotanya berjumlah sekira 20 orang. Sudah ada grup Whatsapp, Instagram dan grup fb WPAP chapter Subang.

Menurut Anang, komunitas WPAP chapter Subang ini dibentuk, untuk menjalin silaturahim sesama WPAPer yang berasal dari Subang dan sekitarnya. Untuk mempererat jalinan komunikasi grup, biasanya diadakan kopdar, satu bulan sekali atau dua bulan sekali. Lokasi kopdar sesuai kesepakatan, bisa di Café, alun-alun Subang atau di Rumah makan.

“Adanya komunitas WPAP ini untuk menjaga silaturahim dan saling mengenal sesama anggota komunitas. Saat kopdar menjadi tempat sharing tentang WPAP baik tentang cara menarik garis (facet), pewarnaan, komposisi warna dan sebagainya,” ujar Anang kepada Pasundan Ekspres.

Para Anggota komunitas chapter Subang terdiri dari pelajar, guru, karyawan swasta, wirausaha dan lain-lain.

“Saat ini anggota komunitas yang sudah bergabung ada sekira 20 orang. Cita-cita kami suatu saat bisa mengadakan pameran WPAP hasil karya di kota Subang tercinta ini sehingga masyarakat jadi mengenal tentang WPAP,” kata Anang menambahkan.

Ari (24) anggota komunitas WPAP chapter Subang yang berasal dari Pantura menuturkan, bergabungnya ke komunitas ini, untuk saling mengenal lebih dekat sesama anggota dan tempat sharing.

“Di sini kita bisa saling mengenal sesama anggota dan bersilaturahim. Kopdar juga terkadang untuk sharing tentang bagaimana mendapatkan order (pesanan) baik dari dalam negeri dan luar negeri,” ujar Ari.

Ia menambahkan, “Saya biasa mendapatkan dollar dari orderan luar negeri dari Fiverr, Sketchmob dan lain-lain. Alhamdulillah lumayan (sambil tertawa)”.

Ari juga bercerita, sejumlah anggota WPAP chapter Subang yang sering mendapatkan dollar dari orderan luar negeri. “Rudi namanya, dia sering mendapatkan dollar rutin yang selalu memesan WPAP dari pelanggan tetapnya yang berasal dari Inggris,” tukas Ari.

Sementara itu menurut Mahayana (26) asal Indramayu, bergabungnya di komunitas WPAP chapter Subang bisa saling berbagi tentang WPAP.

“Tidak ada Senior atau junior di sini, semua masih belajar untuk berkarya lebih baik lagi,” ujar Mahayana.

Saat ditanya tentang orderan WPAP, ia menyebutkan,“Pernah saya dapat proyek lumayan, membuat WPAP seluruh karakter game Mobile Legend untuk kaos dan ternyata banyak peminatnya. Ada juga pesanan WPAP untuk dicetak di bantal. Sampai saat ini dari hasil WPAP, saya mendapatkan rejeki tambahan,” tutupnya.(*)