Keren! Limbah Tali di Tangan Ibu-ibu PKK Disulap jadi Tas Cantik hingga Diminati Ibu Negara

KERAJIANAN: Kelompok pengrajin tas tangan limbah tali asal Desa Wantilan sedang memproduksi tas yang menjadi produk lokal unggulan Kabupaten Subang. INDRAWAN/PASUNDAN EKSPRES

Memanfaatkan limbah tali dari pabrik kecap milik PT AMB, ibu-ibu kader PKK di Desa Wantilan memproduksi tas tangan yang cantik dan unik, juga bernilai ekonomis. Bagaimana kiprahnya, berikut penelusuran Pasundan Ekspres.

LPAORAN: INDRAWAN, Cipeundeuy

Limbah tali yang semula hanya dianggap sebagai sampah yang tidak bernilai. Namun di tangan ibu-ibu kader PKK Desa Wantilan Kecamatan Cipeundeuy ini, berubah menjadi kerajinan tangan yang menyita perhatian sampai ke Istana Negara. Hal tersebut dikemukakan langsung ketua kelompok pengrajin tas tali Desa Wantilan Yuyu, menurutnya awal dari kreasi tersebut diinisiasi dari ibu-ibu dan difasilitasi langsung oleh PT AMB.

“Awalnya dulu pada tahun 2017, diadakan pelatihan oleh PT AMB di bale musyawarah desa, membuat kreasi atau kerajinan dari limbah tali tersebut. Dulu yang ikut sebagai peserta sedikit, sekarang setelah banyak permintaan dari konsumen hingga ke Jakarta, baru banyak tambahan peserta yang tertarik menjadi pengrajin tas tangan dari limbah tali tersebut,” jelasnya.

Dia juga menambahkan, kreasi tas tangan limbah tali buatannya tersebut diikutsertakan dalam berbagai pameran di tingkat kabupaten maupun nasional. “Pada pertengahan tahun lalu, sampai dibawa ke istana negara dan diminati oleh Ibu Negara Iriana Jokowi,”ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Wantilan Komarudin SPd mengapresiasi kinerja para pengrajin tas tangan limbah tali, yang telah mampu membawa nama baik desa sampai ke tingkat nasional.

“Tentu saya apresiasi kinerja Ibu-ibu yang disela-sela kesibukannya sebagai ibu rumah tangga, namun masih mampu produktif dengan menghasilkan kreasi, Saya juga perlu berterimakasih kepada PT AMB yang memfasilitasi para pengrajin tas tangan limbah tali, dengan pelatihan dan bahan baku yang diberikan secara gratis untuk dimanfaatkan oleh para pengrajin.

Saya berharap tas tangan limbah tali ini, menjadi prodak khas dari Desa Wantilan yang bisa dipasarkan juga dipromosikan pada berbagai event-event resmi Pemda Subang,” jelas Komarudin.

Dari hasil kinerjanya, Ibu-ibu kader PKK rupanya ada yang berpenghasilan mencapai jutaan rupiah dalam sebulan, dari memproduksi tas tangan limbah tali itu. Hal itu mendapat perhatian langsung dari Camat Cipeundeuy Drs Dadang Darmawan, yang berharap kegiatan produktif. Seperti ibu-ibu di Desa Wantilan bisa juga diikuti setiap desa di Kecamatan Cipeundeuy.

Menurut Camat Dadang selain bernilai ekonomis hal tersebut juga dinilai sebagai upaya kongkrit dalam mewujudkan kelestarian lingkungan, karena mampu mengurangi penggunaan kantong plastik.

“Saya berharap setiap desa ke depan bisa juga memiliki kelompok pengrajin kerajinan dari limbah tali ini. Selain memiliki nilai ekonomis yang tinggi juga, diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di Cipeundeuy khususnya, dan umumnya di Subang,” pungkasnya.(idr/vry)