Lambang Partai Jajaran Atas Banyak Dipilih

SIMULASI: Warga Desa Tanjungsari Pondoksalam Purwakarta mengikuti simulasi pencoblosan di TPS 13. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

Catatan KPU Usai Simulasi Pencoblosan

PURWAKARTA-KPU Purwakarta memiliki beberapa catatan terkait simulasi pemungutan dan penghitungan suara pemilu serentak 2019. Simulasi digelar di TPS 13 Desa Tanjungsari, Pondoksalam, Purwakarta, Sabtu (23/3) lalu.

Ketua KPU Purwakarta, Ahmad Ikhsan Faturahman menyebut setidaknya ada tiga catatan penting yang perlu diperhatikan setelah simulasi pemilu digelar.

“Pertama, terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) para petugas di TPS. Hal ini harus benar-benar dipahami, termasuk aturan dan SOP yang berlaku pada proses pemungutan dan penghitungan suara,” kata Ahmad Ikhsan saat ditemui di kantornya, Jalan Flamboyan, Nagri Kaler, Purwakarta, Selasa (26/3).

Dijelaskannya, pada simulasi tersebut pihaknya mendapati petugas KPPS yang kurang berhati-hati dalam melaksanakan tugasnya. “Meski tidak fatal, namun hal tersebut menjadi catatannya pada evaluasi simulasi pemilu serentak 2019,” ujarnya.

Dirinya menyebutkan, pada saat akan memulai penghitungan suara, surat suara yang dikeluarkan dari kotak suara langsung dihitung suaranya. “Seharusnya dihitung dulu jumlah lembaran surat suara yang ada di kotak suara, lalu disesuaikan dengan jumlah surat suara yang keluar,” katanya.

Simulasi ini, sambungnya, disesuaikan dengan pemilu aslinya. “Mungkin karena ragu atau saking semangat, petugas langsung menghitung suara, bukan menghitung jumlahnya dulu,” ujarnya.
Oleh karena itu, kata dia, kehati-hatian petugas saat proses pemungutan dan penghitungan suara harus terus ditingkatkan lagi.

Kedua, kata Ahmad, para petugas harus memahami betul syarat bagi pemilih yang akan memenuhi hak suaranya. “Ada tiga jenis pemilih di pemilu 2019 ini yaitu Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), dan Daftar Pemilih Khusus (DPK),” katanya.

Baik DPT, DPTb, dan DPK, ujar dia, memiliki syaratnya masing-masing dalam hal mengikuti proses pemungutan suara di TPS.
“Pada simulasi kemarin, ada beberapa catatan untuk DPK. Salah satunya petugas harus menolak DPK yang hanya membawa surat keterangan tapi tidak membawa KTP-el. Itu saklek tidak boleh,” ujarnya.

Ada pun catatan ketiga, Ahmad Ikhsan meminta petugasnya untuk bisa mengatur waktu proses pemungutan hingga penghitungan suara berlangsung.

Sebab, saat simulasi pemilu serentak digelar itu, dirinya melihat beberapa kali bilik suara kosong di tengah proses pemungutan suara.

Hal itu karena petugas KPPS masih kebingungan mengatur formulir bagi pemilih dengan format yang sudah ada. Oleh karena itu, ketua KPPS butuh waktu untuk kembali memanggil nama pemilih.

“Simulasi selesai sekitar pukul 21.00 WIB, padahal akan bisa lebih cepat lagi kalau KPPS bisa mengatur waktu dengan baik,” ucapnya.

Lebih lanjut Ahmad Ikhsan menyebutkan, terkait banyaknya surat suara tidak sah pada saat simulasi pemilu serentak, membuat KPU harus bekerja lebih ekstra lagi.

Diketahui, ada sekitar 38 surat suara yang tidak sah dari 198 pengguna hak pilih pada simulasi tersebut. “Ini menjadi PR buat KPU terkait bagaimana edukasi kepada masyarakat tata cara mencoblos yang benar,” katanya.

Bahkan, catatan tersebut dibahas dan dievaluasi langsung bersama Bawaslu. Hasilnya, pada saat proses pemungutan suara pada Pemilu Serentak 2019, petugas KPPS harus secara rutin mengedukasi pemilih yang ada di TPS.

“Setidaknya, setiap 5 hingga 10 menit, petugas KPPS memberikan informasi terkait tata cara memilih yang benar. Harapannya, apabila diumumkan saat berada di TPS, masyarakat bisa lebih tahu dan memahami tata cara mencoblos,” ujarnya.
Tidak hanya surat suara yang tidak sah, Ahmad mengaku sekitar 80 persen pemilih pada simulasi tersebut mencoblos di bagian partai politik. “Bahkan, para pemilih di TPS 13 itu mencoblos pada lambang partai yang berada di jajaran atas surat suara,” terangnya.

Hal itu menjadi catatan tambahan bagi pihaknya dari hasil simulasi pemilu yang digelar oleh pihaknya tersebut.(add/vry)

Tiga Catatan KPU Purwakarta dari Evaluasi Simulasi Pencoblosan

  • Tupoksi petugas TPS, termasuk aturan dan SOP
  • Petugas harus memahami syarat bagi pemilih
  • 80 % pemilih mencoblos lambang partai politik yang               berada di jajaran atas surat suara

Tiga Jenis Pemilih di Pemilu 2019

  • Daftar Pemilih Tetap (DPT)
  • Daftar Pemilih Tambahan (DPTb)
  • Daftar Pemilih Khusus (DPK)