Lomba Patek Japati, Upaya Karang Taruna Sagara Harumkan Subang

TERBANGKAN BURUNG: Peserta lomba patek japati saat menerbangkan burung merpatinya di perlombaan yang digelar Karang Taruna Sagara SUkamelang, Sabtu (11/1). Jajang menjadi juara utama dalam event tersebut.YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Karang Taruna (KT) Sagara Sukamelang terus membangun keharmonisan komunitas pecinta burung melalui lomba patek japati di Perumahan Puri Sukamelang, Sabtu (12/1). Kegiatan itu diikuti oleh 124 peserta dengan hadiah utama senilai Rp5 juta.

Ketua pelaksana lomba yang juga Wakil Ketua Karang Taruna Saraga Sukamelang Hendrawan Arby mengatakan, acara lomba patek japati itu merupakan yang kedua digelar Karang Taruna Saraga Sukamelang.

“Kegiatan lengkap dengan juri, penerbang dan juga pemantau acara. Sehingga lomba yang digelar tersebut tidak ada kecurangan untuk perlombaan patek japati se-Subang. Sekaligus untuk merayakan pergantian tahun 2018-2019. Komunitas pecinta burung japati di wilayah Subang cukup banyak, maka dari itu digelar nya lomba tersebut juga meningkatkan animo dari peserta,” ujarnya.

Dijelasksan Hendrawan, pertandingan patek japati kolongan tersebut dilihat dari burung yang diterbangkan oleh penerbang dari start sejauh 1.300 meter ke patek (lokasi finsih). Burung harus masuk dan menghampiri dari atas masuk ke kolong lalu mendarat mulus ke meja yang terbuat dari busa yang sudah disiapkan.

Ada dua meja yang disiapkan jika burung tersebut salah masuk atau salah meja. Masuk bukan dari atas tapi dari samping. “Jika mendarat tidak ke meja tapi ke tanah itu berarti gagal dan diskualifikasi. ada pertimbangan dan nilainya jika burung tersebut masuknya tidak dari atas tapi dari samping. mendarat tidak ke meja busa tapi ke tanah, dan juga burung mendarat di meja lainnya itu gagal,” paparnya.

Setelah sukses lomba tahap 2, Karang Taruna Saraga Sukamelang rencananya akan menggelar tahap ketiga dengan skala kabupaten dan luar Kabupaten Subang. Sehingga komunitas burung japati bisa mengharumkan nama Subang. “Tahap ketiganya nanti insya Allah kita gelar tingkat kabupaten dan luar Kabupaten Subang,” katanya.

Sementara Ketua Komunitas Perbasu Subang Ade Hermawan menambahkan, komunitas japati di wilayah Subang sangat bagus. Dengan adanya lomba patek japati yang digelar bisa menyedot perhatian Persatuan Merpati Tinggi Indonesia (PMTI). Ia berharap pemerintah Subang menyokong kegiatan positif dari komunitas burung merpati tersebut.

“Perbasu mendata komunitas merpati di wilayah Subang ada sekitar 40 lebih yang eksis. Acara rutin seperti ini sering digelar sehingga kami berharap untuk PMTI bisa melihat keeksisan kami,” ujarnya.

Sementara itu pemenang juara 1 lomba patek japati Jajang Waluya Akbar (24) mengatakan, dirinya saangat senang bisa menjadi juara. Ia mengaku sudah tiga tahun mengikuti lomba patek japati.

Setiap bulan ia menghabiskan Rp800 ribu untuk perawatan sekaligus pakan sepasang burungnya yang bernama Soso. Ia juga melatih burungnya seminggu 3 kali agar bisa melesat, melayang dan juga mendarat sempurna dalam perlombaan.

Saat melatih, burungnya mengambil peran masing-masing. Ia menunggu di patek finish sementara temannya menjadi penerbang. Jajang bertekad untuk bisa membawa burungnya ke kancah nasional untuk menjadi juara.
“Hobi seperti ini menjadi menarik dan bisa memperhatikan kesehatan burung, kepiawian burung dan juga hoki menjadi penentu kemenangan,” pungkas Jajang.(ygo/man)