Memaki Polantas, Dua Milenial Dilaporkan ke Reskrim

MEMBUAT LAPORAN. Aipda Hadi Sutanto saat membuat laporan di Reskrim Polres Purwakarta. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Media sosial (medsos) dihebokan dengan video yang menunjukkan buruknya perilaku dua milenial di Purwakarta yang memaki petugas lalu lintas yang tengah bertugas.

Seperti unggahan video berdurasi 30 detik di akun Instagram @negridurjan. Tampak seorang pemuda yang tengah menggendarai kendaraan roda empat melontarkan kata-kata hinaan terhadap petugas kepolisian yang sedang mengatur lalulintas di wilayah Cikopo, Purwakarta.

Dalam unggahan video tersebut tertulis caption “@agafaisal29… semoga Anda dan teman Anda bisa lebih menghargai polisi lalu lintas yang sedang bertugas demi kelancaran dan keselamatan anda di jalan raya juga tentunya”.

Beragam komentar netizen terhadap video yang menunjukkan sikap arogan seorang pengendara yang enggan di atur lalulintas.

Seperti komentar yang dilayangkan pemilik akun Instagram Achmadfaizal34, “ayo pak pol di jemput saja suruh jelasin di depan sidang pengadilan, jangan pake materi 6 rb…tuman”.

Komentar lain di tulis pemilik akun Instagram eddy.suprapto “plis jangan ditangkap… ditembak mati aja langsung kasian dia produk gagal sebagai manusia”.
Terpisah, Kepala Satuan Lalulintas Polres Purwakarta, AKP Zanuar Cahyo Wibowo, memberikan tanggapan atas video viral tersebut.

“Ikuti proses hukum saja. Sesuai dengan aturan yang ada,” kata pria yang akrab disapa Bowo, saat dihubungi melalui selulernya, Senin (21/1).
Bowo mengatakan, seharunya pelaku bisa saling menghargai baik dengan petugas maupun pengguna jalan lainnya.

“Kami menyayangkan sikapnya yang justru menghina petugas kami. Seharusnya masyarakat mengerti bagaimana situasi di lapangan, adanya polisi lalu lintas yang sedang mengatur untuk kelancaran bersama. Dan saling menghargai baik dengan petugas maunpun pengguna jalan lainya,” ucapnya.

Disinggung terkait adanya pelaporan terkait video viral tersebut ke bagian reskrim, Kasatlantas membenarkannya.

“Iya, kami sudah melaporkan kasus ini ke Satreskrim untuk perkembangan penyidikan dan kami serahkan kepada penyidik Polres Purwakarta,” katanya.
Pasundan Ekspres pun menghubungi petugas polantas yang menjadi objek makian di video viral tersebut.

Diketahui, polantas itu bernama Aipda Hadi Sutanto yang sudah jadi polisi sejak 2002. Ia mengaku kaget saat melihat video itu viral.

“Saya enggak tahu direkam seperti itu. Saat buka hape di grup WhatsApp ada video itu. Saya tidak menyangka,” katanya saat dihubungi pada Selasa (21/1).
Dijelaskannya, saat itu dirinya sedang mengatur lalu lintas secara manual di perempatan Cikopo atau arah masuk Gerbang Tol Cikampek pada Senin (20/1) sekira pukul 16.00 WIB.

“Saat itu kondisinya sedang terjadi kepadatan sehingga saya mengatur secara manual. Tiba-tiba ada dua mobil dari arah Cikampek memacu kendaraannya dengan cepat menuju gerbang Tol Cikampek. Lalu saya berhentikan. Tapi mungkin dia tak terima,” kata Hadi.
Ia mengaku dihubungi saudara hingga kerabat hingga menyadari jika video rekaman penghinaan pada dirinya itu viral.

“Keluarga saya pun sudah tahu. Mereka juga sakit hati bapaknya lagi atur lalu lintas dihina seperti itu. Harusnya itu kan pengemudi itu turun dan bicara secara baik-baik, jangan mengumpat begitu,” ujar bapak dengan empat anak ini.
Dia menyebut, kondisi lampu lalu lintas yang saat itu telah berwarna hijau. Ia tak tahu karena membelakangi lampu lalu lintas tersebut.

Hadi juga menerangkan, polisi memiliki diskresi mengatur lalu lintas secara manual saat terjadi kepadatan sehingga lampu merah lalu lintas tak berlaku.
Dirinya pun melaporkan kasus ini ke Satreskrim Polres Purwakarta dan tengah menunggu tindak lanjut.

“Semoga ke depan para pengendara bisa saling menghargai. Jika memang ada keperluan yang mendesak saat terjadi kepadatan,” kata Hadi.
Belakang diketahui dua orang milenial itu pun menyebarkan video permintaan maafnya.
“Saya Evi Haryadi, saya Aga Faisal, mau mohon maaf, klarifikasi atas video yang viral pada Kepolisian Purwakarta. Kita akui kita salah telah menyebarkan video itu dan video itu tidak ada sangkut paut dengan teman-teman saya. Ini salah kami berdya,” ujar keduanya di video tersebut.(add/vry)

BACA JUGA:  Polres Purwakarta Sosialisasi P4GN di SMK Negeri 1 Plered