Menilik Mini Remote Control Lembang Beradu Cepat di Hutan Pinus

KAWAL: Salah satu penghobi Mini Remote Control mengawal mobilnya saat menjelajahi hutan pinus Lembang. EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES

Gahar Melahap Trek Basah di Lintasan Offroad

Suara deru mesin puluhan mobil mini remote control (RC) membelah keheningan hutan di Giriwening, Kampung Pasirbuluh, Desa Wangunharja, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Mobil-mobil offroad versi kecil itu dengan gahar melahap tiap lekukan trek basah di antara hutan pinus di Bandung Utara. Tak jarang ada mobil yang terjungkal saat country road (CR) dilakukan karena harus melaju di turunan terjal yang terbentuk alami oleh alam.

Ban lepas bukan hambatan saat melewati trek bebatuan atau akar rambat. Pasalnya, para penghobi ini sudah siaga dengan sejumlah peralatan seperti obeng, tang, minyak pelumas dan spare part cadangan.

Tantangan sesungguhnya, adalah saat special stage (SS) yang dimana para mini-offroader ini harus menundukkan trek dengan rintangan yang telah dibuat sedemikian rupa. Disini mobil peserta saling beradu cepat menyelesaikan jalur.
“Pesertanya sendiri berasal dari berbagai wilayah di Bandung Raya, ada juga yang datang dari Cianjur atau Sumedang,” ujar Uli (35), penghobi Mini RC dari RC Lembang, Minggu (12/1).

Meski bertajuk lomba, kata Uli, para peserta tampak riang. Anak-anak dan orang dewasa larut dalam permainan. Mereka setel kendaraan masing-masing sebaik mungkin. “Pesertanya dari semua kalangan dan komunitas, ada pelajar hingga pensiunan,” kata pria yang bekerja sebagai ASN di Pemkab Bandung Barat itu.

Untuk satu mobil Mini RC dengan skala 1:12, ujar Uli, dibanderol mulai dari harga Rp 500 ribu. Namun, kebanyakan para penghobi memodifikasi mobil mereka hingga jutaan rupiah, untuk mengganti gearbox, baterai, remote dan yang lainnya.

“Sebelumnya harga Mini RC dengan skala 1:10, harganya relatif lebih tinggi mencapai Rp 5-10 juta, kalau sekarang ada produsen yang memproduksi mobil RC dengan harga di bawah satu juta, jadi lebih banyak peminatnya,” katanya.

BACA JUGA:  Anyilac Store Sediakan 5 Local Brand Busana Muslim

Selain membeli mobil yang sudah jadi, beberapa penghobi mainan ini pun membuat sendiri tampilan mobilnya sesuai keinginan. Seperti yang dilakukan oleh Miftah Satria (35), penghobi asal Bandung.

Dia mengubah mobil bus, menjadi truk Dakkar 6x6WD. “Untuk sasisnya saya mengambil dari yang orisinil, sementara untuk kabinnya saya membuat sendiri dari bahan PVC, akrilik dan triplek, saya senang dengan detailingnya,” kata Miftah.

Sementara Kelik (40), menyukai hobi mini offroad ini karena tantangan yang dihadapi. “Berbeda dengan yang on-road, kalau yang off-road ini, walau jalannya sama, tapi kita bisa mengambil jalur yang berbeda, tantangannya itu yang menarik,” katanya.(eko/vry)