Operasi Yustisi Jelang Pemilu, Aparat Gabungan Ciduk 8 PSK

KENA RAZIA: Wanita PSK saat diberikan pengarahan Muspika dan Aparat Gabungan. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Aparat gabungan dari Polsek Pamanukan, Legonkulon, Binong, Koramil Pamanukan dan Satpol PP Pamanukan bersama dengan Camat Pamanukan M.Rudi dan Kepala Puskesmas Pamanukan menggelar operasi yustisi di area Terminal Pasar Inpres Pamanukan dan sepanjang Jl. Cece Zakaria. Operasi ini dilakukan akibat mulai bergeliatnya kehadiran Wanita Pekerja Seks Komersil (PSK) diarea tersebut.

Dalam operasi minggu (3/1) dini hari, setidaknya 8 WPS berhasil diamankan dan dilakukan pembinaan untuk selanjutnya dipulangkan ke rumah. Selain PSK razia itu juga menyasar pada kepemilikan minuman keras dan penyalahgunaan narkoba. Petugas menyasar beberapa warung remang-remang di sepanjang jalan Cece Zakaria.

Kapolsek Pamanukan Kompol Dadang Cahyadiawan mengatakan razia digelar untuk menjawab aspirasi masyarakat yang mengeluh karena banyaknya PSK, peredaran miras minuman keras di kawasan jalan Cece Zakaria atau Pasar Impres Pamanukan.

“Hasil razia gabungan ini berhasil mengamankan 8 Pekerja Sek Komersil yang sedang mangkal di kawasan eks terminal Non Bis Pasar Impres Pamanukan dan kawasan Celeng atau jalan Cece Zakaria,” jelasnya pada Pasundan Ekspres.

Kompol Dadang menambahkan seluruh wanita yang terjaring razia selanjutnya dibawa ke aula Kantor Kecamatan Pamanukan untuk didata dan diberikan pembinaan. “Delapan PSK tersebut kita lakukan pendataan dan kita berikan pembinaan serta peringatan agar tidak lagi menjadi PSK dan mangkal di kawasan Pasar Impres Pamanukan,” ucapnya.

Dengan demikian, Dadang juga mengatakan pihaknya akan terus melakukan upaya patroli untuk menciptakan kondisi yang kondusif dan kamtibmas di wilayah Pamanukan dan Sukasari apalagi menjelang menjelang Pemilu 2019. “Razia gabungan seperti ini akan terus kita gelar rutin setiap malam Minggu demi terciptanya rasa aman dimasyarakat dan demi menjaga kondusivitas menjelang Pemilu 2019,” jelasnya.

Sementara itu Camat Pamanukan, Muhamad Rudi menjelaskan, bahwa operasi yustisi ini dilakukan usai adanya koordinasi dengan aparat yang sebelumnya ada aspirasi masyarakat yang resah dengan kembali bergliatnya aktivitas di wilayah tersebut.
“Operasi yustisi ini kami lakukan agar wilayah Pamanukan bersih dari para WPS dan terciptanya kenyamanan di masyarakat. Soalnya mereka sangat bebas berkeliaran dan membuat masyarakat lain resah,” terangnya.

Camat mengimbau, agar para WPS yang terjaring bisa meninggalkan profesi tersebut, meskipun ekonomi menjadi alasan para PSK, camat sangat berharap para PSK yang terjaring razia untuk mencari pekerjaan lain.

“Selaku camat, saya sangat berharap, kepada para wanita, janganlah lagi seperti ini. Memang butuh uang, tapi bukan satu-satunya jalan untuk mencarinya. Tolonglah cari kerjaan lain,” ujar camat berharap.

Selama jalannya operasi, situasi dan kondisi di lapangan berjalan kondusif. Operasi Yustisi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Pamanukan, Danramil Pamanukan, Camat Pamanukan kepala Puskesmas Pamanukan dan Kapolsek Legonkulon.(ygi/vry)