Proyek Tanpa Izin, Sejumlah Warga Cipeundeuy Padalarang Tolak Pengeboran Sumur Artesis PT Pionirbeton

PENOLAKAN: Warga membentangkan spanduk penolakan sebagai bentuk protes terhadap aktivitas pengeboran sumur artesis oleh PT Pionirbeton Industri. IST
PENOLAKAN: Warga membentangkan spanduk penolakan sebagai bentuk protes terhadap aktivitas pengeboran sumur artesis oleh PT Pionirbeton Industri. IST

BANDUNG BARAT-Sejumlah warga Kampung Cibacang RW 04, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), secara kompak menolak aktivitas pengeboran sumur artesis oleh PT. Pionirbeton Industri.

Salah satu tokoh masyarakat RW 04, Toto Hardianto (65) memaparkan, bahwa warga tidak memberikan izin untuk pengeboran sumur artesis pada perusahaan itu.

“Warga menolak memberikan izin dengan alasan takut kekeringan,” terang Toto sewaktu dihubungi, kemarin.

Ia mengatakan, bahwa warga khawatirkan keberadaan sumur artesis tersebut akan mengakibatkan kekeringan di wilayahnya.

Lantara, pengeboran artesis tersebut tidak jauh dari pemukiman warga.

“Jelas akan berdampak kepada 4 RT di RW 04, 200 KK lebih keberatan jika pengeboran artesis itu terus dilanjutkan,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Atalia Ridwan Kamil Jadi Perempuan Inspirasi Indonesia 2019

Terlebih lagi, lanjut dia, pembuatan sumur artesis itu untuk kepentingan perusahaan yang berproduksi selama 24 jam.

“Mereka (PT. Pionirbeton) tidak ada izin lingkungan dulu. Masyarakat Kampung Cibacang RW 04 tetap menolak ada aktivitas itu,” jelasnya.

Jika PT Pionirbeton tetap bersikukuh melanjutkan aktivitas pengeboran, Toto khawatir warga yang terdampak kembali menggunakan air solokan di saluran irigasi yang melintas di kampung mereka untuk kebutuhan utama.

“Dulu pernah kekeringan akibat ada sumur bor artesis di dekat pemukiman, sejak ada itu warga memakai air irigasi untuk keperluan mereka. Kita tidak ingin itu terjadi kembali,” paparnya.