PDIP Unggul di KBB, PKS Pimpin DPRD

BANDUNG BARAT-Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bandung Barat sudah selesai melakukan rekapitulasi perhitungan suara sah pada Pemilu 2019. Hasilnya, PDIP memeroleh suara terbanyak untuk tiga pemilihan calon legislatif. Namun, distribusi kursi buat DPRD Bandung Barat diperkirakan paling banyak diraih PKS.

Dari perhitungan KPU KBB, suara sah untuk Pilpres ialah sebanyak 1.009.208, sedangkan suara tidak sah 21.595. Pada Pilpres di KBB pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno memperoleh 649.988 suara, mengungguli pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang memperoleh 359.220 suara.

Untuk Pileg 2019, baik DPR, DPRD Provinsi, maupun DPRD Kabupaten, perolehan suara terbanyak di Bandung Barat diraih oleh PDI Perjuangan yang mengumpulkan 142.433. PKS berada di peringkat kedua dengan 127.797 suara atau unggul dibandingkan Partai Gerindra yang ada di peringkat ketiga, dengan selisih kurang dari 1.000 suara.

BACA JUGA:  Arisan Gotong Royong, Laksanakan Jumaah Bebersih dengan Menggilir Daerah

Dihubungi Selasa (7/5), Ketua KPU Bandung Barat Adie Saputro menuturkan, data hasil rekapitulasi yang beredar di masyarakat itu betul adanya. Namun, dia menekankan bahwa kursi untuk caleg terpilih harus menunggu penetapan dari KPU RI. Seperti halnya data hasil rekapitulasi, data caleg terpilih juga beredar melalui media sosial.

Ketua DPD PKS Bandung Barat Rismanto menyatakan, pihaknya bersyukur suara PKS meningkat drastis. Pada Pemilu 2014, PKS memperoleh sekitar 81.000 suara. Suara PKS pada Pemilu 2014 itu yang terbanyak ketiga setelah PDIP dan Golkar. Namun, saat perolehan suara dikonversi ke kursi dewan, PKS hanya mendapatkan empat kursi di DPRD Kabupaten. Saat itu PKS bahkan tak berhak untuk jabatan Wakil Ketua DPRD KBB, karena kursi mereka juga kalah dari Gerindra dan PPP.

BACA JUGA:  Garda Muda NasDem Resmi Dilantik

“Tentu kami bersyukur, karena hasilnya meningkat signifikan dibandingkan Pemilu lima tahun lalu. Yang kedua, ini sekaligus tantangan bagi kami. Ini amanat dari masyarakat, berarti kami harus bisa menjaga amanat itu sesuai dengan janji-janji yang kami sampaikan ppada masa kampanye kemarin. Insyaallah PKS siap memenuhi janji kampanye,” katanya.

Namun begitu, Rismanto pun menekankan, pihaknya masih menunggu keputusan penetapan caleg oleh KPU RI. Data caleg terpilih yang berkembang di masyarakat, menurut dia, muncul karena kreativitas masyarakat dalam mengonversikan suara caleg per daerah pemilihan, melalui rumus Sainte Lague Murnie.

“Yang sudah ditetapkan, tentu PDIP unggul dalam hal suara, itu resmi kan. PKS di bawah PDIP. Hanya, di masyarakat berkembang data itu, yang mencoba mengonversi suara per dapil ke dalam rumus Sainte Lague Murnie. Kami juga mengoprek (perolehan suara per dapil), tapi untuk kebutuhan sendiri,” katanya.

BACA JUGA:  Muskab Apindo Kisruh, Asep Rohman dan Oo Irtotolisi Bersaing Ketat?