Pembangunan Diorama Wisma Karya Hampir Rampung

TINJAU LANGSUNG: Bupati Subang Ruhimat dan Wakil Bupati Subang Agus Masykur meninjau pembangunan Diorama Wisma Karya yang hampir rampung. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Pembangunan diorama Wisma Karya Subang hingga saat ini belum rampung. Kemarin (21/12), Bupati Subang H Ruhimat dan Wakil Bupati Subang Agus Masykur berkesempatan meninjau gedung bersejarah yang berada di pusat kota Subang tersebut.

Perencana bangunan diorama Wisma Karya Subang, Prof. Dr. Hj. Nina Herlina Lubis MSi mengatakan, pembangunan gedung Wisma Karya tetap akan mengutamakan nilai-nilai sejarah. Bahkan benda-benda peninggalan seperti budaya dan batu, bahkan tulisan-tulisan peninggalan jaman purbakala, tetap akan ditampilkan.

Saat ini, kata Nina, pembangunan difokuskan di beberapa titik bangunan, diantaranya hall A hingga hall G, ruangan naskah, lobby, serta ruang perkantoran sementara dan taman modern yang berlokasi tepat di depan gedung Wisma Karya.

“Di dalamnya menjabarkan keseluruhan. Ini memang merupakan sesuatu yang modern diterapkan,” tandasnya.

Tak hanya itu, Nina pun mengutarakan keinginannya untuk mengadakan penelitian tentang Kabupaten Subang yang akan ia rangkum dalam sebuah buku bertema ‘Subang Dari Masa Ke Masa’. Namun penelitian itu hingga saat ini masih terkendala biaya yang cukup tinggi.

Untuk pembangunan dioarma saja, kata Nina, jika dilakukan secara maksimal, maka akan memakan anggaran sekitar Rp10 miliar. Saat ini, anggaran rehab gedung Wisma Karya hanya Rp2 miliar. Hal itu disesuaikan dengan kemapuan keuangan Pemkab Subang. Untuk menutupi segala kekurangan, pihaknya meminta pemerintah daerah kembali menganggarkan pembangunan diorama.

“Nantinya ada ruang theater untuk masyarakat mengekspresikan seni,” jelasnya.

Sementara itu konsultan dan arsitek pembangunan diorama Wisma Karya Subang, Iman Jati Atmaja mengatakan, pembangunan dioarma Wisma Karya luasnya hampir 3 kali lipat Museum Diorama yang dibangun Pemkab Purwakarta. Bahkan Museum Diorama Wisma Karya Subang ini diklaim memiliki skala setingkat Provinsi Jawa Barat.

“Dari segi fisik sudah selesai, hanya tinggal launching (peresmian) saja. Pembangunan bagian dalam sudah selesai,” tandasnya.

Dalam kunjungannya, Bupati Subang H Ruhimat mengaku sangat mengapresiasi pembangunan gedung Wisma Karya. Bahkan ia sempat tercengang dengan pembangunan diorama yang berada di dalamnya.

“Dulu, Wisma Karya terlihat sangat kumuh. Namun saat ini, terlihat rapih dan modern. Ini sangat bagus, saya sampai kaget juga,” ujar Ruhimat.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, Ruhimat mengaku anggaran pembangunan diorama Wisma Karya masih kurang. Pihaknya akan segera mendiskusikan hal tersebut dengan pihak BP4D.

Jika anggaran yang dimiliki Pemkab Subang tidak bisa memenuhi, maka dirinya akan meminta bantuan Provinsi Jawa Barat.
“Jika kita ngga bisa, maka saya akan meminta bantuan Provinsi Jawa Barat agar diorama ini maksimal pembangunannya,” tandasnya.

Di kesempatan yang sama Kepala Dinas PUPR Kabupaten Subang, Besta Besuki mengatakan, berdasarkan pengerjaan, pembangunan Wisma Karya ini akan berakhir pada akhir tahun 2018. Sehingga pihaknya masih memilki sektar waktu 9 hari ke depan.
“Paling pengerjaan finsihingnya tinggal taman saja,” pungkas Besta.(ygo/din)