Menilik Kinerja PT Subang Energi Abadi dan PT Subang Sejahtera

KOORDINASI: Komisaris PT SEA Rahman Hadi sedang koordinasi dengan mitra kerja. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

Setelah penetapan direksi dan komisaris baru, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Subang Energi Abadi (SEA) dan PT Subang Sejahtera (SS) sudah mulai bekerja. Pemda Kabupaten Subang meminta kepada BUMD tersebut agar melaporkan progres kinerjanya per triwulan agar bisa dievaluasi.

Komisaris PT SEA Rahman Hadi mengatakan, BUMD nya sudah mulai berkerja. Saat ini, pihaknya dan para direksi sedang membangun komunikasi dengan mitra dan BUMD provinsi. Tujuannya untuk mengejar target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), sehingga PT SEA bisa berjalan maju untuk dapat memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada pemda, sesuai dengan amanat undang-undang.

Pihaknya sedang penjajakan dengan mitra seperti PT Super Energi, untuk menindakanjuti kerjasama realisasi pengelolaan sumur gas tanggul maung di kecamatan Cibogo.

“Kami terus melakukan komunikasi dengan calon mitra-mitra kami yang sudah berkerjasama dalam usaha bidang migas di Kabupaten Subang. Alhamdulillah sudah ada beberapa calon mitra yang siap untuk bekerja sama. Mudah-mudahan pertengahan tahun 2020 ini, semuanya sudah terealisasi,” ujarnya.

Komisaris PT SS Ustad Sugianto mengatakan, pihaknya yang sudah berkerja dengan melakukan adanya langkah strategis.

Melakukan restrukturiasi, dengan mengefektifkan struktur perusahaan. Menyamakan presepsi antara komisaris dan direksi dalam melakukan langkah bisnis perusahaan.

Mengokohkan kebersamaan dengan mitra bisnis dan seluruh pegawai, menyepakati bisnis plan, kordinasi dan juga membangun komunikasi dan kordinasi dengan stakeholder lainnya. “Kita lakukan restruktursiasi dan mengefektifkan struktur perusahaan,” ungkapnya.

Dijelaskan Sugianto, adanya akan ada beberapa perencanaan bisnis yang akan dijalankan. Seperti menjalin kerjasama bisnis dalam pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban, membangun food station (supplai telor, beras, daging, sayuran), untuk ke berbagai pabrik-pabrik di Subang.

Kemudian, mengembangkan sektor pariwisata yang akan dikembangkan menjadi wisata terpadu yang mencakup semua fasiitas wisata. “Semua berpotensi dan diharapkan bisa memberikan suplai PAD yang besar bagi Kabupaten Subang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Setda Subang H. Tarwan mengatakan, banyaknya masyarakat yang beropini bahwasannya dua BUMD Subang yaitu PT SEA dan PT SS tidak bekerja, setelah dibentuk dan disahkan itu tidak benar adanya.

Kedua BUMD tesebut sudah bekerja. Progres akan terlihat baik atau tidaknya, dengan pihak BUMD memberikan laporan ke Pemda Subang. Apakah RKAP nya berjalan dengan semestinya atau tidak?

“Mereka sudah berkerja. Jika melihat progres bagus atau tidaknya kita masih menunggu laporan mereka per triwulan,” terangnya.

Mengenai dua BUMD tersebut, Tarwan menuturkan, bisa banyak menghasilkan PAD atau tidak, itu tergantung dari penghasilan BUMD tersebut. Hanya yang jelas, Bupati Subang berharap agar BUMD tersebut mampu menghasilkan PAD dengan sebanyak-banyaknya. PAD yang ada merupakan hasil dari pendapatan BUMD tersebut dan dibagi melalui skema prosentase.

“Melihat dari pendapatan BUMD itu sendiri, makin banyak pendapatan tentunya makin banyak PAD yang dihasilkan,” tandasnya.(ygo/vry)