Perkuat Persatuan Purnawiran TNI-Polri

HARI JADI: DPC Pepabri Subang menggelar peringatan Pepabri ke-59, kemarin (12/9) di Sekretariat DPC Pepabri Subang, Jl KS Tubun Subang. YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-DPC Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri (Pepabri) Subang menggelar peringatan hari jadi Pepabri ke-59, kemarin (12/9) di Sekretariat DPC Pepabri Subang, Jl KS Tubun Subang.

Peringatan Pepabri ke-59 bertema Dilandasi Jiwa Dan Semangat Sapta Marga dan Tribrata PEPABRI, Tetap Ikut Menjaga Keutuhan NKRI.

Selain dihadiri oleh anggota Pepabri, anggota FKPPI pun nampak hadir. Dihadiri juga perwakilan Kodim 0605/Subang, Pasiter Kapten Arm Saprudin dan Polres Subang, Kabag Ren Kompol Yanto.

Ketua DPC Pepabri Subang, Mayor (Purn) Wakidi mengatakan, Pepabri adalah organisasi yang berwatak pejuang. Watak pejuang itu berarti apa yang di benak pikiran anggota Pepabri tetap diorientasikan untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Pepabri harus menjadi organisasi yang selalu peduli terhadap kepentingan bangsa dan negara, kita tidak boleh apatis terhadap setiap perkembangan yang terjadi, dan harus ikut berperan sebagai kekuatan moral dalam menghadapi dinamika kehidupan bangsa,” ungkap Wakidi sebagaimana amanat Ketua Umum DPP Pepabri Jenderal TNI (Purn) H Agum Gumelar.

Dia mengatakan, ada dua perkembangan situasi yang mesti disikapi. Adanya kekuatan dari pihak-pihak tertentu yang berupaya mengganti dasar negara Pancasila dengan ideologi lain. Juga sekaligus mengganti bentuk negara NKRI.

“Pepabri bersikap tegas, tanpa ragu, tanpa kompromi, kita harus menolak dan melawannya, karena jelas-jelas bertentangan dengan jiwa dan semangat Sapta Marga dan Tribrata yang telah menjadi darah daging kita sebagai pejuang,” jelasnya.

Selain itu, perkembangan yang perlu disikapi juga yaitu menghadapi pemilu serentak, pemilihan legislatif dan pemilihan presiden. Suhu politik sudah terasa meningkat dan akan terus meningkat sampai tahun depan.

Dia menuturkan, di dalam kalangan purnawirawan sudah pasti ada perbedaan pilihan dalam menyikapi situasi tersebut. Boleh-boleh saja ada perbedaan pendapat asalkan tetap berpedoman pada dua hal.

Pertama, purnawirawan tidak boleh terpecah belah karena perbedaan pilihan. Kedua, bahwa perbedaaan pilihan sifatnya hanya sementara.

Dewan Pertimbangan DPC Pepabri Subang, Mayjend (Purn) Adang Sonjaya menuturkan, semula Pepabri merupakan ibu kandung dari TNI-Polri. Namun sekarang kalangan purnawirawan memiliki organisasi masing-masing berdasarkan angkatannya.
Meski begitu, sebagai purnawirawan TNI-Polri harus tetap bersatu.

“Kita harus bersatu, kalau bersatu tentu punya visi dan misi yaitu untuk membantu pembangunan daerah,” ujarnya.
Dia menuturkan, salah satu bentuk peran purnawirawan untuk membantu pembangunan daerah yaitu memberikan sumbangsih ide.

“Minimal saran dan pendapatnya untuk membangun daerah,” pungkasnya.(ysp/ded)