PKS Desak Bupati Tutup Prostitusi Janem

DESAK BUPATI: Ketua DPD PKS T. Munandar Hilmi bersama kader memberikan masukan kepada bupati agar menutup tempat prostitusi. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-DPD PKS Subang mendesak Bupati Subang agar segera menutup tempat prostitusi Janem. Sebab tempat tersebut sudah lama dibiarkan hingga kemudian menjadi perhatian PKS. Tidak pernah dilakukan pembongkaran apalagi penutupan.

Ketua DPD PKS Subang T Munandar Hilmi mengatakan, keberadaan tempat prostitusi di Subang yang salah satu adalah janem (jalan enam) di jalur Jalan Sukamandi, Pantura harus disikapi.

Ia berharap Pemda mengambil langkah serius dan tegas untuk menutup tempat prostitiusi tersebut. “Tempat prostitusi tersebut bisa membuat kerusakan moral. Ini merupakan PR serius bagi Pemkab Subang apalagi keberadaaan tempat prostitusi janem sudah lama,” ujar Hilmi.

Pihaknya juga meminta kepada Bupati Subang agar mau menutup tempat- tempat prostitusi lainnya di Subang. Apalagi kata dia, penyebaran HIV/Aids sudah semakin menghawatirkan.

Untuk penutupan, tambahnya, bisa dilakukan dengan cara pendekatan terlebih dahulu dengan pihak pengelolanya. Memberikan edukasi tentang bahaya seks bebas di samping dosa dan bisa merugikan diri sendiri serta orang lain. “Permasalahan janem merupakan permasalahan yang kompleks. Bisa dilakukan pendekatan dengan cara mengedukasi terlebih dahulu,” ujarnya.

Selain itu lanjutnya, pengelola juga harus paham dan mengerti bahwa masih banyak usaha yang halal dan juga baik. Jangan sampai Subang terkenal dengan tempat prostitusinya. “Maka dari itu mari membangun kesadaran untuk mencegah hal-hal yang merugikan. Jangan sampai Kabupaten Subang terkenal dengan tempat prostitusinya,” katanya.

Terpisah, Kabid P2P Dinkes Subang dr Maxi mengatakan, penyebaran HIV/Aids di Subang cukup tingg. Tempat prostitusi atau yang disebut hot spot menjadi pemicu penyebaran HIV/Aids tersebut. Pihaknya juga mendata beragam tempat prostitusi di Subang seperti Janem, Royek, Cikijing, Cimacan, Padamulya, Sasak Jon dan lainnya. “Hot spot itulah titik awal adanya penyebaran HIV, jika pelanggan dan juga PSK-nya tidak memakai pengaman (kondom) saat berhubungan,” jelas Maxi.(ygo/man)