PKS Tumbangkan PDIP di KBB, Duduki Kursi Ketua DPRD

NGAMPRAH-Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan akhirnya tumbang di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pada Pemilu 2014 lalu, PDIP menjadi juara dengan memperoleh 12 kursi, namun di Pileg 2019 ini, raihan kursi terbanyak diraih oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 8 Kursi, sedangkan PDIP hanya meraih 7 kursi.

Setelah 10 tahun berkuasa melalui kadernya Abubakar yang menjabat Bupati Bandung Barat selama 2 periode itu, PDIP tidak bisa mempertahankan kans juara. Terbukti di Pilkada Bupati dan Wakil Bupati 2018 lalu, PDIP pun harus keok oleh mantan kadernya yang kini menyebrang ke Partai Nasdem.

Kekalahan ini, bukan tanpa sebab. Selain kasus hukum yang menjerat kader terbaiknya itu, PDIP disibukan dengan dinamika internal dan serangan hoak. Seperti yang diungkapkan oleh Ketua DPC PDIP KBB, Ida Widaningsih.

Menurutnya, penurunan suara di KBB disebabkan oleh adanya beberapa isu hoax selama kampanye pilpres dan pileg 2019. “Dampak dari bupati yang lepas sedikit mempengaruhi dan adanya Isu hoak medsos kaitan pilpres juga mempengaruhi pola pikir pemilih terhadap PDIP,” kata Ida.

Sementara itu, Ketua DPD PKS KBB Rismanto mengklaim mendapatkan perolehan suara terbanyak dibandingkan dengan partai-partai yang lain di Pemilu 2019. Hal itu berdasarkan perhitungan C1 dari para saksi yang sudah mencapai 95 persen. “Berdasarkan perhitungan internal sudah mencapai 95 persen lebih, Alhamdulilah PKS mendapat suara terbanyak,” kata Rismanto.

Menurutnya, ada kenaikan sekitar 7 persen dibandingkan pada pemilu 2014 yang hanya meraih suara 9 persen, dengan jumlah kursi 4 kursi perwakilan di DPRD KBB. “Jumlahnya sesuai dengan di WEB (16,36 persen). Tapi kami yang tertinggi, InsyaAllah, PKS KBB juara 1,” katanya.

BACA JUGA:  Menunggu Penetapan Pimpinan Definitif, Baru Bisa Membentuk AKD

Rismanto pun tidak menampik, dengan adanya kerja keras kader partai dan dan simpatisan menjadi faktor utama kemenangan PKS di KBB. “Makin bertambahnya dukungan eleman masyarakat ke PKS (ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan sebagainya. Faktor pilihan di Pilpres. Kerja keras kader, struktur, simpatisan menjadi faktor kenaikan raihan suara PKS,” tukasnya.

Atas kemenangan itu, PKS KBB dipastikan akan menguasai parlemen di DPRD KBB. Dan bakal menempati posisi kursi Ketua DPRD KBB periode 2019-2024.

Sementara itu, Ketua DPD Partai NasDem KBB Aa Umbara Sutisna mengatakan, ada kenaikan suara di partai NasDem sehingga di prediksikan jumlah kursi di DPRD KBB mengalami penambahan. Diketahui perolehan suara partai Nasdem di KBB yang mencapai 6,39 persen dan berada di posisi 6 tertinggi.

“Dahulu NasDem kan hanya mendapat berapa persen dan sekarang dapat sekitar 5 kursi untuk DPRD KBB. Kekalahan kami oleh 02 itu efek jas Prabowo. Tapi terpenting kami Nasdem sebagai partai baru hampir setiap dapil terisi dan bagus ada kenaikan,” katanya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Pasundan Ekspres paska Rapat Pleno Rekapitulasi KPU KBB yang berakhir pada Sabtu (4/5) kemarin. Posisi Pertama diraih oleh PKS dengan 8 kursi, PDIP 7 kursi. Sedangkan posisi ketiga Partai Gerindra dengan 7 kursi. Posisi empat ada Golkar 5 kursi, Demokrat 5 kursi, PKB 5 kursi dan PAN 5 kursi. Urutan berikutnya adalah NasDem 4 kursi. Posisi berikutnya PPP tiga kursi dan Perindo 1 kursi.(eko/sep/vry)