PT Pupuk Kujang Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman

AMAN. PT Pupuk Kujang memastikan stok pupuk untuk wilayah Jawa Barat dan Banten aman.

PURWAKARTA-Stok pupuk untuk wilayah Kabupaten Purwakarta dapat dipastikan aman. Hal tersebut disampaikan Manager Komunikasi Perusahaan PT Pupuk Kujang Ade Cahya Kurniawan saat menggelar jumpa pers di Purwakarta, Kamis (2/5).

“Khusus wilayah Kabupaten Purwakarta stoknya mencapai 1.615 ton pupuk urea atau 320 persen dari ketentuan sebesar 503 ton. Sedangkan stok pupuk NPK Phonska sebesar 988 ton atau 645 persen dari ketentuan 153 ton. Ada pun stok pupuk organik sebanyak 319 ton. Ketersediaan ini cukup hingga dua bulan ke depan,” kata Ade Cahya.

Dirinya juga memastikan stok pupuk subsidi untuk memenuhi kebutuhan musim tanam di wilayah Jawa Barat dan Banten aman, juga hingga dua bulan ke depan.

Untuk menjamin distribusi pupuk urea bersubsidi dan mencegah terjadinya penyimpangan penyaluran di lapangan, sambungnya, pemerintah menerapkan sistem Distribusi Pupuk Bersubsidi secara tertutup dengan mempergunakan sistem Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Dijelaskannya, sesuai ketentuan Kementerian Pertanian, produsen pupuk diwajibkan menyimpan stok sampai untuk kebutuhan dua minggu ke depan. Namun pada praktiknya, kata dia, PT Pupuk Kujang sebagai anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok setara untuk dua bulan ke depan atau bahkan lebih.

“Hal ini untuk mencegah terjadinya kelangkaan pada saat terjadi lonjakan permintaan di musim tanam,” ujarnya.
Ade menjelaskan, sampai saat ini, stok urea untuk Jawa Barat dan Banten mencapai 73.184 ton atau 269 persen dari ketentuan sebesar 26.272 ton.

Untuk NPK, kata Ade, stoknya mencapai 47.299 ton atau hampir lebih dari sepuluh kali lipat dari ketentuan, yakni sebesar 3.736 ton. Sedangkan pupuk organik, stoknya mencapai 9.012 ton atau 182 persen dari ketentuan, yaitu 4.938 ton.

“Ketersediaan stok pupuk yang cukup banyak ini guna mempersiapkan musim tanam yang akan berlangsung pada bulan April – September,” katanya.

Sementara itu, sambung dia, pencapaian realisasi penyerapan pupuk urea bersubsidi di Jabar-Banten, sampai dengan 29 April 2019, mencapai 203.209 ton. Jumlah itu setara dengan 108 persen dibandingkan kebutuhan Dinas Pertanian sebanyak 187.682 ton.

Dalam penyaluran pupuk bersubsidi di lapangan, Ade juga mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan stakeholder dan masyarakat yang aktif dalam memonitoring penyaluran pupuk untuk sektor tanaman pangan.

Hal ini agar pupuk bisa sampai ke tangan petani dengan prinsip 6T atau Tepat Tempat, Tepat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, dan Tepat Waktu.

“Kami berharap dengan komitmen bersama ini, antara perusahaan, distibutor dan kios dapat terus bersinergi dengan baik. Yakni mengedepankan kepentingan petani dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi, khususnya di wilayah Jawa Barat dan Banten secara optimal,” ucapnya.

Untuk diketahui PT Pupuk Kujang memproduksi urea dengan kapasitas 1.140.000 ton per tahun, pupuk NPK 200.000 ton per tahun, pupuk organik 20.000 ton per tahun. Angka tersebut melebihi kebutuhan pupuk untuk di wilayah Jawa Barat dan Banten selama satu tahun berdasarkan ketentuan.(rls/add/vry)