Puluhan Tahun Tidak Ada Jembatan, Warga Pernah Tercebur

PAKAI RAKIT: Anak sekolah menyebrangi sungai Bojongasem menggunakan rakit untuk berangkat sekolah. Puluhan tahun dibiarkan tidak ada jembatan. INDRAWWAN/PASUNDAN EKSPRES

TAMBAKDAHAN-Seorang warga asal Bojongasem Tambakdahan Umimi mengeluhkan kondisi penghubung jalan antara Bojongasem-Sukasenang-Compreng yang sudah puluhan tahun tidak memiliki jembatan.

Umimi mengaku sejak dirinya masih sekolah sampai sekarang sudah bekerja masih menggunakan jalan teesebut sebagai jalan satu-satunya yang menghubungkan tiga desa tersebut.
“Saya dari zaman sekolah lewat ke sini. Ada jalan lain yang jalannya sudah bagus tapi waktu tempuh bisa tiga kali lipat. Soalnya muter. Terpaksa lewat sini,” jelasnya kepada Pasundan Ekspres, Kamis (31/1).

Umimi mengaku selalu merasa ketakutan jika menyebrang sungai sedang musim hujan seperti sekarang. Karen air sangat tinggi dan tali tambang yang digunakan sebagai pegangan kerap putus.
“Pernah dulu waktu sekolah, saya sempet kejebur, baju seragam sampai tasnya, basah semua. Terpaksa lanjut sekolah walau seragam basah,” lanjut Umimi.