Sandiaga: Pasar Harus Diisi Produk Inovatif

MINTA DUKUNGAN: Sandiaga berkunjung ke Markas Komando DPC Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI), Karawang, Rabu (14/11). Meminta dukungan para buruh agar setiap orang mengajak 10 orang untuk memilih Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019. USEP SAEPULLOH/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Calon Wakil Presiden RI nomor urut 2 Sandiaga Salahudin Uno menyebutkan, dalam mengisi bonus demografi para pemuda harus lebih kreatif. Dan masuk ke lini-lini yang diperlukan bangsa dalam menguatkan ekonomi. Salah satunya sektor penguatan produksi nasional

“Pasar kita ini sangat menarik bagi produk asing. Kalau kaum milenial ini bisa memanfaatkan pasar dengan produk-produk inovatif saya yakin bonus demografi ini sangat menentukan keberhasilan Indonesia ke depan,” kata Sandiaga di Rumah Juang, Jl Kusumaatmadja, Kaum, Purwakarta, Rabu (14/11).

Dirinya juga berjanji akan melakukan penghematan APBN jika terpilih. Hal tersebut dilakukan untuk menguatkan kembali nilai tukar rupiah yang kini berada pada titik terendah.

“Pemborosan anggaran ini nantinya bisa dipindahkan ke pengembangan ekonomi rakyat. Kita bisa memulainya dengan pengembangan produk dalam negeri, sehingga barang-barang impor bisa tersubstitusikan,” kata Sandi.

Menurut? Sandi Indonesia sangat mungkin untuk menghasilkan produk-produk kelas dunia. Semisal barang-barang ‘hand craft’ yang bernilai seni tinggi. Seperti hiasan-hiasan yang digemari masyarakat mancanegara.

“Contohnya seperti mainan ayam yang saya pegang ini. Ini kan bagus jika nantinya diekspor atau dikembangkan menjadi industri kreatif yang dikelola oleh masyarakat. Khususnya masyarakat pedesaan,” katanya.

Sehingga lanjut Sandi, dengan pengembangan produksi Nasional ini bisa meningkatkan juga perekonomian masyarakat. “Diharapkan kita bisa mampu untuk berdiri di atas kaki sendiri, dan tidak terlalu mengandalkan impor,” ucapnya.

Sandi juga berharap dengan pengembangan produksi Nasional ini akan berdampak pada penciptaan lapangan kerja baru. Lagi-lagi hal tersebut lanjut dia, akan mempengaruhi perekonomian secara umum.

“Secara umum saya mempertanyakan mengapa justru banyak tenaga kerja asing yang mendapatkan perlindungan. Sedangkan tenaga kerja Indonesia justru nasibnya terkatung-katung,” ucapnya seraya menambahkan ?”Kita harus melindungi juga para TKI ini,” ucapnya.

Melalui pola tersebut diharapkan lanjut Sandi, masyarakat bisa mendapatkan penghidupan yang lebih baik. Akibatnya taraf hidup masyarakat akan meningkat dan daya beli masyarakat pun akan meningkat pula.

“Dalam jangka waktu tiga tahun saya perkirakan rupiah bisa stabil kembali dengan pola-pola tersebut. Bahkan dengan waktu empat tahun rupiah justru akan kuat terhadap mata uang asing khususnya dolar Amerika,” katanya.

Sandi pun berpesan pada masyarakat dan mahasiswa di Purwakarta untuk menjalankan politik teletubbies. Politik tersebut adalah politik yang saling merangkul dan tidak saling menghujat satu sama lain.

“Masyarakat rindu dengan politik aman dan damai. Saya juga tidak mengajak masyarakat untuk memilih saya, masyarakat sudah cerdas. Tetapi yang penting ada kedamaian di tengah masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman,” ujarnya.

Sandi pun seusai acara terlihat memeperlihatkan ayam-ayaman yang merupakan hasil kerajinan tangan. Ayam-ayaman tersebut oleh Sandi pun langsung diberi nama. Nama yang diberikan yaitu Owo dan Owi namun secara implisit melambangkan kedua capres yang damai.

“Kita harap kita sebagai Bangsa Indonesia mengedepankan perdamaian. Jadi bagi masyarakat yang ingin tetap memilih Pak Jokowi dipersilakan, bagi yang ingin memilih Pak Prabowo juga dipersilakan. Tetapi yang penting Indonesia damai,” ucapnya.

Minta Dukungan Buruh

Sementara di Karawang, Sandiaga berkunjung ke Markas Komando DPC Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI). Dalam kunjungannya, Sandi meminta dukungan kepada kaum buruh.

Di 157 hari menjelang pilpres, di hadapan ratusan buruh Karawang, Sandi meminta setiap orang yang hadir mengajak 10 orang untuk mendukung pasangan nomor urut 2 Prabowo-Sandi.
“Kita punya waktu 157 hari lagi. Setiap hari kita yakinkan 10 orang teman 10 orang keluarga dan 10 orang tetangga. Jika hadirin di sini ada 427 orang dikali 10 dikali 157 sudah berapa tuh,” kata Sandiaga.

Kepada ratusan buruh, Sandi menyatakan ia dan Prabowo berkomitmen meningkatkan kesejahteraan buruh. Pihaknya berjanji tiga hal jika menang di Pilpres 2019. Rinciannya; Pertama, mencabut Peraturan Presiden nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan. Kedua, merevisi jaminan pensiun nomor 45 tahun 2015. Ketiga, menghentikan kebijakan outsourcing.

Tolong dikawal karena kita sudah berjanji,” tandas dia.
“Alasannya karena kita berkomitmen menambah bahan dasar peningkatan upah yang manusiawi karena ekonomi sedang lesu,” tambahnya.(add/aef/man)