Sempat Hilang, Kepala Saefudin Makin Membesar

BUTUH BANTUAN: Saefudin Rahmat Dani dalam pengawasan ibunya. Di usianya yang masih 7 bulan, Saefudin sudah divonis menderita penyakit Hidrosefalus. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

PAMANUKAN-Nasib malang menimpa Saefudin Rahmat Dani. Di usianya yang masih 7 bulan ini, ia sudah divonis menderita penyakit Hidrosefalus.

Seperti diketahui, Hidrosefalus merupakan penumpukan cairan pada rongga otak atau yang disebut dengan ventrikel yang mengakibatkan ventrikel-ventrikel di dalamnya membesar dan menekan organ tersebut. Cairan ini akan terus bertambah sehingga ventrikel di dalam otak membesar dan menekan struktur dan jaringan otak di sekitarnya. Jika tidak segera ditangani, tekanan ini dapat merusak jaringan dan melemahkan fungsi otak.

Ditemui di kediamannya di Dusun Tengah Desa Pamanukan Sebrang, Kecamatan Pamanukan, sang ibu, Emi menceritakan kondisi Saefudin. Menurutnya, sejak lahir ada sedikit benjolan di bagian dekat tulang ekor tubuh anaknya. Pihak keluarga sempat melakukan bedah plastik pada benjolan tersebut.

“Awalnya ada di belakang dekat pantat ada benjolan. Setelah dibedah sempat hilang. Namun sekitar 3 bulan belakangan, (benjolan) pindah ke kepala yang sekarang makin besar,” ucap Emi.

Menurut Emi, sehari-hari anaknya bergerak-gerak seperti biasa. Hanya saja untuk kedua kakinya jarang bergerak. Meski kadang bergerak, kedua kaki Saefudin terlihat seperti lemas.
Saat ini, pengobatan Saefudin ditanggung BPJS Kesehatan. Namun dalam beberapa kesempatan, ada beberapa obat yang secara pribadi dibeli sendiri oleh pihak keluarga berdasarkan resep dokter.

Sementara sang nenek, Wacih menambahkan, pada bulan November lalu, cucunya sempat menjalani operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Setelah menjalani operasi, kepala Safeudin sempat mengecil.

“Setelah operasi, ukuranya sempat jadi 43 cm. Tapi sekarang mulai besar lagi,” jelas Wacih.

Menurut Wacih, dalam keseharianya kondisi cucunya terkadang mengalami panas di bagian kepala.

“Jadi anaknya kalau nangis tuh kepalanya kayanya sakit, soalnya kadang kepalanya agak panas, tapi badannya mah engga, dingin aja biasa,” jelas Wacih.

Wacih berharap Bupati Subang Ruhimat bisa datang dan menengok kondisi cucunya. Ia juga mengharapkan bantuan Pemerintah untuk kesembuhan penyakit yang mendera cucunya.
Lebih lanjut, Wacih menuturkan, pada Januari mendatang, pihak keluarga akan kembali membawa Saefudin ke RSHS untuk menjalani operasi kedua.

Untuk diketahui, Saefudin merupakan dari kalangan keluarga kurang mampu secara finansial. Ayah Safeudin merupakan kerja serabutan. Sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga yang mengurus Saefudin. Lalu, Nenek Wacih yang memiliki warung pun kini sudah jarang lagi berjualan. Bahkan warung sang nenek pun berencana disewakan untuk membantu biaya pengobatan Saefudin.

“Kata dokter waktu itu, paling engga setahun ini harus berobat jalan terus,” ungkap Wacih. (ygi/din)