Tekan Populasi, POPT Kendalikan Hama Padi

GERDAL: Sejumlah petani di Desa Sukadana Kecamatan Comreng melakukan gerakan pengendalian hama/OPT, guna menekan populasi penyebaran hama, kemarin (14/9). YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

COMPRENG-Untuk mengamankan produksi padi di Kecamatan Compreng, gerakan pengendalian hama atau organisme penggangu tanaman terus digalakkan POPT, Petani serta Penyuluh Pertanian di sejumlah Desa di Kecamatan Compreng.

Kemarin (14/9), Gerdal OPT kembali dilakukan di Desa Sukadana untuk membasmi hama wereng yang populasinya semakin terlihat di beberapa titik.

Menurut Pengendali OPT (POPT) Kecamatan Compreng Omsah Neelam S.P, munculnya hama sendiri terjadi sejak awal bulan Juni. Hal itu disebabkan karena tidak serempaknya masa tanam.

Desa Kiarasari dan Desa Jatireja yang paling awal tanam terkena serangan wereng batang coklat (WBC), imbas dari Kecamatan Cipunagara yang saat itu sedang panen.

“Sehingga sempet kewalahan penanganannya, tapi alhamdulillah terselamatkan, sekarang Desa Kiarasari panen dan sebentar lagi Desa Jatireja panen,” kata Omsah.

Sementara itu katanya, 6 desa lainnya di Compreng masih dalam masa tanaman muda. Petani maupun petugas di lapangan terus mewaspadai populasi WBC lokal maupun perpindahannya.

“Saat ini yg dikhawatirkan Desa Sukadana dan Jatimulya, karena tanaman masih kecil dan banyak varietas ketan, yang rentan dan rawan serangan wereng maupun virus kerdil rumput ataupun virus kerdil hampa,” ucapnya.

Untuk itu, guna mengantisipasi dan mewaspadai pegerakan hama, gerakan pengendalian juga terus dilakukan secara marathon/bergiliran tiap desa. “Kita lakukan gerdal bersama POPT,PPL,petani pengamat dan perusahaan pestisida, selaku PPL swadaya, yang turut membantu pengamanan produksi pangan,” jelas Omsah.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Empang Desa Sukadana Yoyo mengungkapkan, ia selalu melaporkan manakala terlihat populasi hama wereng, serta kendala lain yang berada di wilayahnya. “Dilaporkan ke petugas biar ditangani secara bersama-sama.” Ungkapnya.

Omsah mengungkapkan, peran Ketua Kelompok Tani sangat penting dalam hal penyampaian informasi langsung kepada anggotanya, sigap menginformasikan waspada dan siap siaga mengatasi serangan hama.

BACA JUGA:  Tim Jawara Gagalkan Kerusuhan Pemilu, Siapkan 12.000 Personel Keamanan

“Tentu dengan berkoordinasi dengan POPT, PPL dan pemerintah desa setempat, serta perusahaan swasta juga bersama-sama melakukan pengendalian hama,” pungkasnya.

Saat ini, para petugas terkait dilapangan terus memantau desa lain seperti Desa Mekarjaya, Compreng dan Kalensari memonitor perkembangan OPT WBC. (ygi/dan)