Tidak Ada Kasus Gigitan Anjing Rabies Sejak 1995

PEMBERIAN VAKSIN: Petugas Dinas Peternakan saat memberikan vaksin kepada anjing untuk mencegah penyakit rabies. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Gigitan anjing rabies membahayakan. Untuk mengantisipasinya Dinas Peternakan terus memberikan vaksin anjing di Subang. Dengan demikian diharapkan tidak terjadi persitiwa di Bandung Barat yang mengakibatkan korban 12 orang digigit anjing rabies.

Warga Cibarola, Subang Suryanto (37) mengaku takut akan gigitan anjing rabies. Sebab di daerah tersebut banyak terdapat anjing. Diduga ada anjing gila yang keliaran di kebun karet. “Saya suka ngambil getah (karet) di sana, sering takut jika ada anjing yang berkeliraran, takutnya bawa penyakit rabies,” ujarnya, Selasa (19/2).

Sementara Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan penyakit hewan dokter hewan Sukirman mengatakan, gigiitan dari hewan yang mengidap rabies bisa sangat mematikan bahkan bisa menyebabkan yang digigitnya tewas. “Sesuai dengan data yang ada di Kabupaten Subang belum ada kasus gigitan hewan rabies di Kabupaten Subang sejak tahun 1995 sampai sekarang,” ujarnya.

Dijelaskan Sukirman, walaupun sudah sangat lama tidak menemukan kasus gigitan hewan rabies, namun tetap dilakukan pencegahan seperti mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap gigitan anjing, monyet dan lainnya. Jika ada masyarakat yang terkena gigitan langsung datang ke Dinas Peternakan, dokter hewan ataupun UPTD pertenakan agar dilakukan penanganan dan observasi. “Kita harapkan masyarakat bisa waspada terhadap gigitan hewan yang mengidap rabies,” tandasnya.

Untuk mencegah penularan rabies, di Subang terdata ada 1.000 ekor anjing yang tersebar, sementara untuk monyet masih belum bisa terdata. Tanda-tanda anjing yang rabies bisa dilihat secara fisik. Terlihat gelisah, buntutnya merunduk ke bawah, mengeluarkan air liur dan ganas. “Yang paling susah itu untuk anjing buru, karena memang banyak pemiliknya yang gak mau divaksin,” katanya.(ygo/man)