TKW Loncat dari Lantai 13 Diduga Bunuh Diri

MINTA DIPULANGKAN: Keluarga TKW meminta Disnakertrans untuk memulangkan jenazah orang tuanya yang meninggal di Penang Malaysia. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Permasalahan Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabuaten Subang tidak ada habisnya. Selain berangkat secara ilegal, kini ada TKW yang diduga melakukan aksi bunuh diri dengan meloncat dari kondominium lantai 13 di tempat berkerjanya di Malaysia.

Kasi Bina Penta TKI Disnakertrans Kabupaten Subang H. Indra Suparman mengatakan, pihaknya kedatangan keluarga dari TKW yang berangkat kerja ke Penang – Malaysia. Kedatangan mereka meminta agar jenazah TKW asal kecamatan Binong bernama Aminah (47) bisa dipulangkan. Pihaknya menargetkan bisa memulangkan jenazah TKW tersebut 2 minggu dari sekarang. “Kami akan berkordinasi dengan KJRI Malaysia. Jika melihat kronologisnya, diduga bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari kondominium dari lantai 13. Kami masih menunggu visum dari pihak kepolisian Malaysia,” katanya.

Meski demikian, Indra menyayangkan berangkatnya TKW tersebut secara ilegal. Ketika berangkat pada tahun 2017 yang lalu menggunakan paspor palsu yang dirubah datanya, hingga berhasil berkerja di Penang – Malaysia. Menurutnya, TKW asal Subang sangat rentan dengan pemalsuan dokumen. Pihaknya meminta kepada warga Kabupaten Subang agar jangan berangkat kerja secara ilegal. “Lagi dan lagi pemberangatan TKW secara ilegal dengan memalsukan data untuk paspor dan ini sangat disayangkan,” ujarnya.

Ketika dikonfirmasi kepada pihak keluarga TKW, Indra menjelaskan, ternyata sebelum korban jatuh dari kondominum lantai 13 tersebut sempat ada masalah. Mulai dari masalah keuangan dan juga tentang masalah pribadi. “Sebelumnya, TKW tersebut mempunyai permasalahan, berdasarkan informasi dari pihak keluarga maupun dari temannya di tempat bekerjanya di Penang – Malaysia,” ungkapnya.

Anak almarhum TKW, Melawati Oktaviani (23) warga Kampung Betok RT 05 RW 02 Desa Mulyasari Kecamatan Binong mengatakan, sebelumnya dirinya mendapatkan telepon dari rekan kerja ibunya di Penang-Malaysia. Dia diberitahu pada jam 24.00 WIB kemarin , ibunya meninggal dunia. Awalnya saya tidak menyangka, namun ketika pagi hari ada telpon dari pihak KJRI Malaysia baru saya percaya,” kata Melawati yang, sehari-harinya bekerja di PT tekwang Subang tersebut.

Dijelaskan Melawati, ibunya berangkat ke Malaysia untuk berkerja sebagai pembantu rumah tangga. Dirinya masih berkomunikasi dengan almarhum ibunya pada hari Selasa tanggal 26 Februari 2019 dan menginginkan pulang ke rumah di Subang. Dirinya mendatangi kantor Disnakertrans dan meminta bisa memulangkan jenazah almarhum ibunya. “Terakhir komunikasi by phone pada hari Selasa minggu kemarin. Ibu berkata ingin pulang, karena kangen rumah. Saya minta bantuan pihak Disnakertrans Subang agar bisa memulangkan jenazah ibu saya,” katanya.

Sementara itu, Kaur Umum Perencanaan Desa Mulyasari, Acep mengaku mengantarkan Melawati dan keluarganya ke Disnakertrans Subang agar Jenazah ibunya bisa dipulangkan. Pihaknya hanya memfasilitasi juga membantu untuk surat keterangan tidak mampu, sehingga bisa mengajukan untuk permohonan pemulangan jenazah ke Disnakertrans Subang. “Keluarga almarhum orang yang memperihatinkan, serba kekurangan anaknya saja ada tiga, berikut dengan suaminya,” tandasnya.(ygo/vry)