Uniknya Budidaya Anting Putri Imam Kembangsari

BUDIDAYA ANTING PUTRI: Imam Kembangsari, dihadapan tanaman hias Anting Putri hasil budidayanya, yang siap dikirim ke Magelang, Yogyakarta dan Semarang. INDRAWAN/ PASUNDAN EKSPRES

Kirim Ke Luar Daerah hingga Hasilkan Puluhan Juta

Banyak jenis tanaman yang cocok dijadikan bonsai sehingga tampak memesona. Dari sekian banyak jenis tanaman tersebut, Anting Putri menjadi salah satunya. Pembudidaya tanaman anting putri asal Dawuan, Imam Kembangsari membudidayakan tanaman Anting Putri hingga menghasilkan puluhan juta.

INDRAWAN, Dawuan

Meski tidak dibuat kerdil layaknya bonsai, Anting Putri sudah mempunyai keindahan tersendiri. Kecantikan tanaman nampak setelah dijadikan bonsai.

Imam mengatakan, tanaman ini memekarkan bunga putih yang menggantung cantik seperti anting-anting, pada telinga wanita. Tanaman Anting Putri, bernama latin Wrightia Religiosa digemari dalam bentuk bonsai. Bisa dibilang, jenis ini merupakan tanaman bandel. Sebabnya, tanaman ini bisa tumbuh di mana saja dengan mudah, entah itu di dalam tanah ataupun di dalam air sekalipun.

“Selain itu, tanaman yang asalnya dari Batam ini. Sangat cocok dengan cuaca panas yang cukup. Apabila ditanam di tempat yang berudara dingin atau dataran tinggi, tanaman ini tidak akan tumbuh sebaik di daerah panas,” jelasnya.

Imam yang juga memiliki toko kembang hias di sepanjang jalan Dawuan-Kalijati, sepanjang kebun karet itu menjelaskan, permintaan konsumen terhadap tanaman Anting Putri sangatlah tinggi. Setiap satu bulan sekali, Imam kirim tanaman Anting Putri hasil budidayanya ke Magelang, Yogyakarta dan Semarang.

“Bahkan saya juga suka repot sendiri, karena bahan juga kan terbatas. Makanya saya pekerjakan beberapa orang khusus untuk bantu saya bikin Anting Putri. Dalam sebulan omzet mencapai Rp 50 juta,” tambah Imam.

Menurutnya, tanaman Anting Putri memiliki keunikan sendiri, sehingga banyak digemari oleh masyarakat. Daun dan bunganya akan terlihat makin indah, apabila tanaman ini dijadikan tanaman bonsai. “Siapapun dapat secara langsung menikmati keindahannya dan fokus mata akan tertuju pada bunga, daun dan tajuknya,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Kades Pasawahan Berhasil Kembangkan Budidaya Ikan Nila Merah

Menurut Imam, apabila tanaman ini ditanam di luar rumah dengan tinggi yang maksimal, tanaman ini akan terlihat biasa saja dan tidak tampak terlalu istimewa sebagai tanaman hias. Jadi tak heran, mengapa tanaman ini banyak dijadikan bonsai.

“Saking cantiknya, Anting Putri jika dijadikan bonsai. Tak pelak, membuat permintaan tanaman ini semakin melonjak. Bahkan kini, Anting Putri menjadi primadona baru di kalangan penggila bonsai. Harganya yang belum dijadikan bonsai harganya berkisar antara Rp 100.000 – Rp 200.000. Sementara bila sudah dalam bentuk bonsai harga bisa mencapai Rp 2.500.000,” jelas Imam lagi.

Sayangnya, hasil budidaya tanaman hias Anting Putri Imam belum banyak diminati di Subang. Tapi Imam tidak khawatir. Sebab menurutnya, pasar luar daerah juga cukup untuk menyulap hobinya menjadi pundi-pundi rupiah. “Hanya saja memang kendalanya terdapat pada pengiriman,” tandasnya.(*/vry)