Wahyudin, Tukang Azan yang Kini Menjadi Anggota DPRD Subang

MEMIMPIN PENGAJIAN: Wahyudin tetap menjalankan aktivitasnya menjadi pengurus DKM dan memipin pengajian. LUKMAN/PASUNDAN EKSPRES

Terjun ke Politik setelah Dua Kali Gagal Tes CPNS

Tak ada niat sedikitpun menjadi politisi, Wahyudin sejak kecil bercita-cita menjadi guru. Tapi kegeramarannya berorganisasi membawanya terus berkecimpung dalam dunia politik. Hingga kemudian aktif di Partai Golkar setelah lama menjadi pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

___________________

Tak menyerah dua kali maju di pemilihan legislatif (Pileg), Wahyudin akhirnya menjadi anggota DPRD Subang. SIapa sangka, Wahyudin dikenal sebagai tukang azan (muazin) di masjid kampung halamannya sejak kecil.

“Awalnya saya terus berusaha menjadi PNS. Sebab dari kecil saya bercita-cita ingin menjadi guru, tapi terus gagal dalam sua kali seleksi CPNS. Akhirnya saya mencoba aktif di politik, tujuannya sama untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ujar Wahyudin.

Wahyudin kecil memang sudah gemar berorganisasi sekaligus aktif menjadi pengurus masjid. Ia diamanahkan kakeknya agar terus memakmurkan masjid. Amanah itu terus ia lakukan sampai sekarang. Aktif dalam setiap pengajian dan beragam kegiatan keagamaan di masyarakat.

Ia memang dibesarkan dalam beragam kegiatan sosial. Pengalamannya di sekolah menjadi pengurus OSIS benar-benar ia terapkan dalam cara bergaul dengan masyarakat di lingkungannya. Kepeduliannya membawa Wahyudin terus larut berbaur dengan masyarakat.

“Memang saya dari dulu senang berorganisasi. Waktu di SMA juga aktif di OSIS juga saya yang pertama kali menjadi tim Paskibra saat upacara 17 Agustus di Kecamatan Jalancagak. Dulu baru bertama dibentuk, saya yang bertugas sebagai pengibar bendera,” kenang Wahyudin.

Bersama warga, Wahyudin pernah mendirikan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Amanah Bunihayu. Melalui organisasi ini ia terus memperjuangkan segala urusan masyarakat. Terutama dalam masalah pengentasan kemiskinan dan perbaikan infrastruktur di lingkungannya. Seperti perbaikan jalan, perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), perbaikan jalan dan gang se-Desa Bunihayu, Kecamatan Jalancagak.

BACA JUGA:  Ciamis Ngabret Bareng Emil Menangkan Jokowi

Di dunia olahraga, Wahyudin juga aktif sebagai Ketua KOK Kecamatan Jalancagak periode 2005-2015. Di masa kepemimpinnanya Persatuan Angkat Berat Besi dan Binaraga (PABBSI) Kabupaten Subang berhasil menyabet 4 medali yaitu 1 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu pada Porda 2006 di Karawang.

Sementara di organisasi kepemudaan, Wahyudin juga dikenal luas di kalangan aktivis Subang. Ia menjadi Ketua Forum Intelektual Muda Angkatan (FIMA) Siliwangi Kabupaten Subang. Melalui organisasi itu pula, Wahyudin menduduki jabatan Wakil Ketua DPD KNPI Kabupaten Subang.

“Setelah di KNPI kemudian banyak bersinggungan dengan partai politik. Hingga kemudian saya memutuskan menjadi Pengurus Kecamatan (PK) Jalancagak Partai Golkar. Terus aktif di berbagai kegiatan partai dan memberanikan diri maju di Pileg 2009 lalu. Tapi belum berhasil,” ujar Wahyudin.

Tidak menyerah, ia pun kemudian maju lagi menjadi caleg pada Pileg 2014 lalu. Wahyudin menjadi rival rekan se-partai yaitu Hendra Purnawan. Hingga kemudian Hendra pindah dari Golkar, maka Wahyudin ditetapkan menjadi anggota DPRD PAW Hendra karena Wahyudin peraih suara terbanyak kedua pada PIleg 2014 lalu melalui daerah pemilihan dua. “Tetap tujuannya untuk membantu masyarakat,” katanya.

Meski saat ini sudah menjadi wakil rakyat, duduk sebagai anggota DPRD Subang, Wahyudin tetap aktif dalam kegiatan keagamaan. Bahkan ia tetap menjadi Pengurus DKM Masjid Al-Huda Cicariang, Bunihayu. Tetap menjadi muwazin, juga menjadi khatib salat Jumat dan Idul Adha atau Idul Fitri.

Suami Eneng Runengsih ini memiliki dua anak yang aktif dalam duani Pendidikan. Anak pertama Tia Apriati S.Pd menjadi bagian dari keluarga besar Pesantren Darul Qur’an pimpinan Ust Yusuf Mansur dan anak kedua Adita Pratama masih menimba ilmu kuliah di UPI Bandung.(man)