Warga Tanam Pohon Pisang dan Memancing Sandal di Jalan Rusak

PROTES: Warga di Pamanukan menanami pohon pisang dan melakukan aksi mancing sandal sebagai bentuk protes jalan rusak. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Akses jalan rusak sepanjang tujuh ratus meter di Pamanukan, membuat warga melakukan aksi menanam pohon pisang dan memancing sandal di jalan rusak menuju Pasar Inpres. Aksi menanam pisang dan memancing sandal dilakukan, sebagai bentuk kekesalan warga Pamanukan pada pemerintah Kabupaten Subang, yang dinilai tidak pernah memperhatikan infrastruktur di Pantura. Padahal, jalan tersebut merupakan akses jalan perekonomian masyarakat.

Hendi pengendara yang melintas mengatakan, kondisi jalan yang rusak sangat menggangu kelancara berbagai aktivitas dijalan tersebut. Seharusnya jalan yang menghubungkan kegiatan ekonoi warga tersebut segera diperbaiki. “Kalau menurut saya sangat menggangu sekali harusnya jalan ini dicor apalagi ini di daerah kota (Pamanukan) sudah lumayan lama,” jelasnya.

Sementara itu warga Pamanukan yang melakukan aksi, Ader mengatakan, aksi protes warga Pamanukan tersebut karena Pemkab Subang tidak pernah memperhatikan pembangunan diwilayah pantura. “Ini Pemkab Subang tidak memperhatikan pembangunan di wilayah Pantura khususnya Pamanukan. Bilangnya dulu akan direalisasikan tahun 2015 tapi nihil sampai sekarang,” ucap Ader.

Ia begitu mengingat saat janji dari Pemerintahan dulu hingga Mantan Bupati Subang Imas Aryumningsih lengser, jalan ini masih saja rusak parah dan panjang. “Jadi saya harap agar Pemkab Subang memperhatikan artinya ekonomi lancar, jalan harus mulus. Kalau jalan rusak ya ekonomi ambruk,” bebernya.
Jalan ini sering dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat masyarakat jika hendak berbelanja ke pasar Pamanukan. Jalan ini salah satu jalan alternatif Pamanukan menuju arah Subang dan sebaliknya. Aksi menanam pohon pisang ini warga masyarakat pamanukan berharap Pemerintah Kabupaten Subang untuk segera tanggap. “Tolong sikapi dengan melakukan upaya perbaikan jalan rusak, yang sudah dua tahun jalan bertambah rusak, sehingga perekonomian masyarakat akan kembali normal,” tegasnya.

BACA JUGA:  Jalur Pantura Depan Access Road kembali Dibuka

Sementara itu, Camat Pamanukan M. Rudi ketika dikonfirmasi perihal aksi tersebut menyebutkan, memahami keinginan masyarakat terkait perbaikan jalan menuju Pasar Inpres tersebut. Camat M. Rudi menuturkan, pada tahun ini jalan Pasar Inpres tersebut akan diperbaiki dengan besaran pagu anggaran sebesar Rp 590 juta. “Tahun ini akan dibangun, itu hasil dari Musrenbang Tahun lalu yang pelaksanaanya tahun 2019 ini,” jelas Rudi.

Ia menyebutkan untuk pelaksanaanya akan dilakukan oleh pihak ketiga yang merupakan pemenang lelang pengerjaan proyek jalan tersebut. “Pelaksananya pihak ketiga dari pemenang lelang ya,” imbuhnya.

Rudi juga menambahkan, pada Musrenbang Tahun ini juga direncanakan akan diaggarkan dari pagu kewilayahan Kecamatan Pamanukan untuk pengerjaan Tahun 2020 dalam pelaksanaan perbaikan Jalan menuju Paras Inpres tersebut. “Rencana akan kami anggarkan untuk pembangunan lanjutan kesana,” jelas Rudi.(ygi/vry)