Yani Siti Mulyani Perajin Hiasan Mahar Pernikahan, Semula Iseng Sekarang Malah Jadi Profesi

KERAJINAN: Yani Siti Mulyani dan karya kerajinan hiasan mahar nikah buatannya. INDRAWAN/ PASUNDAN EKSPRES

Menjadi seorang wanita bukan berarti tidak bisa membantu penghasilan seorang laki-laki. Yani Siti Mulyani asal Gedong Satu Kalijati, membuktikan mampu menambah penghasilan dari hasil karyanya, menjadi seorang pengrajin mahar nikah.

LAPORAN: INDRAWAN, Kalijati

Sejak 2017 lalu Yani Siti Mulyani belajar dan memasarkan hasil kerajinannya sendiri. Menurutnya, hanya perlu waktu hingga tiga bulan untuk mahir menghias mahar nikah.

“Kalau pemasarannya berawal dari saudara sendiri yang akan nikah. Kemudian saya buatin hiasan untuk maharnya. Ada lagi tetangga, menikah dan aku buatin lagi, sampai sekarang terus aja, banyak pemesan,” jelasnya pada Pasundan Ekspres.

Berawal dari iseng, kini Yani justrul menjadikan aktivitasnya menghias mahar nikah sebagai profesi. Banyak pesanan yang harus dikerjakan Yani, terutama pada musim-musim pernikahan.

Ada sekitar tiga atau empat dalam seminggu yang harus dikerjakan Yani bila musim pernikahan. Harga yang ditarif Yani juga tidak main-main, sekitar 400 ribu rupiah untuk frame ukuran sedang membayar jasa Yani membuat hiasan mahar nikah.
“Ya macam-macam harganya, tergantung dari ukuran frame nya. Kalau bentuk biasanya aku eksplorasi aja, bentuk kadang ada yang 2D atau 3D. Ada juga yang bentuk yang dipesan langsung oleh pemesan,” tambahnya.

Menurut Yani, untuk satu pesanan dengan desain mudah dapat diselesaikan dalam waktu maksimal dua hari akan. Tetapi bila desain sulit, maksimal diselesaikan dalam waktu satu minggu.
“Waktu pembuatan tergantung desain dan uang apa saja yang dibutuhkan, ketika desain mudah tapi dibutuhkan uang yang kuno, itu juga akan membutuhkan waktu pada pencarian jenis uangnya,” tambahnya lagi.

Tak hanya melulu dari uang, Yani juga siap membuat dari bahan yang lebih ramah. Semacam kertas warna-warni yang indah. Bagi Yani, yang terpenting ia bisa berkontribusi dalam kebahagiaan hidup pasangan.

Usaha mahar dari uang memang tengah naik daun, gaungnya sebenarnya sudah ada sejak dulu. Tapi orang banyak yang tidak tahu, betapa uang mahar bisa disajikan dengan cara yang indah. Tanpa merusak fisik uangnya. Ini menjadi hantaran istimewa.
“Modalnya sebenarnya tak terlalu banyak, bisa dibilang cuma selotip, pita, dan lem yang aman bagi uang,” jelasnya.

Jika ingin menambah dengan hiasan lain, Yani lebih memilih untuk memanfaatkan kain perca. Lalu dibentuk sedemikian rupa. Sehingga terlihat indah dalam satu pigura dengan uang.(*/vry)