Hikmah Pandemi Covid-19 dalam Perspektif Geografi

Hikmah Pandemi Covid-19 dalam Perspektif Geografi
0 Komentar

Tindakan tersebut tentunya mengurangi pencemaran udara yang diakibatkan oleh pembakaran bahan bakar fosil yang disebabkan dari emisi gas buangan dari kendaraan bermotor dan asap industri. Tidak hanya di Indonesia saja, akan tetapi penurunan penceramaran udara ini bersifat global di seluruh dunia.

Penting bagi kita untuk tetap #DiRumahAja, pasanya dikutip dari detik.com meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia pada gelombng kedua ini nampaknya lebih kuat dipengaruhi oleh pengaruh pergerakan atau mobilitas manusia dan interaksi sosial. Kondisi cuaca/iklim, serta kondisi geografi kepulauan di Indonesia sebenarnya relatif rendah resikonya untuk berkembangnya wabah Covid-19. Namun, fakta menunjukkan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 sejak awal bulan Maret lalu.

Wilayah Indonesia yang terletak di kawasan katulistiwa memiliki suhu yang berkisar sekitar 27-30 derajat celcius serta kelembapan udara berkisar di angka 70-95%, sebenarnya bukan zona yang ideal untuk outbreak Covid-19. Oleh karena itu, faktor mobilitas penduduk dan interaksi sosial yang menjadi kecenderungan meledaknya penyebaran kasus corona di Indonesia daripada faktor lingkungan (cuaca dan iklim).

Baca Juga:Stop MeiSetiap Hari, ODP Bertambah 200 di Daerah Perbatasan

Penurunan polusi udara dapat kita amati secara jelas, dengan melihat kondisi langit kota-kota besar seperti Jakarta yang nampak biru cerah tidak seperti bisnya terasa panas dan berwarna abu-abu. Jalanan pun terasa lenggang yang mana padahal setiap harinya tidak kurang dari seribu kendaraan yang berlalu lalang menyusuri kota metropolitan tersebut. Udara menjadi semakin biru seperti birunya lautan yang banyak memberi manfaat bagi kesehatan machluk hidup.

Tertutupnya lubang ozon

Sudah dijelaskan bahwa salah satu penyebab rusaknya lapisan ozon adalah emisi gas buangan kendaraan bermotor, pembakaran hutan, asap buangan industri, dll. Saat seperti ini terjadi intensitas polusi udara yang berdampak pada perubahan stabilnya lapisan ozon yng ada di atmosfer.

Jadi, sebenarnya ada berkah tersendiri dibalik merebaknya pandemi Covid-19, baik itu segi sosial maupun lingkungan. Masyarakat semakin sadar untuk senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Tentunya disetiap kejadian ada hikmah yang dapat kita ambil sebagai pelajaran untuk lebih baik lagi. Semoga dengan kejadian ini semua alam segera pulih dan lekas membaik seperti sedia kala. Aamiin… (*)

Laman:

1 2 3
0 Komentar