12 Warga Cikalongwetan Terserang DBD

Samsul Ma'arif, Wakil Ketua DPRD KBB.

NGAMPRAH – Secara bersamaan, 12 warga Kecamatan Cikalong Wetan Kabupaten Bandung Barat (KBB) terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD). Terpaksa, belasan warga korban itu harus dilarikan ke RSUD Cikalongwetan untuk mendapatkan perawatan intensif.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD KBB, Samsul Ma’arif yang saat dihubungi melalui ponselnya usai menengok korban, Kamis (24/1) siang. “Saya baru menengok pasien di RSUD Cikalong Wetan dan kaget ketika menemukan fakta ada 12 warga yang secara bersamaan terjangkit DBD,” katanya.

Menurutnya, melihat fakta tersebut maka Kecamatan CikalongWetan layak ditetapkan sedang darurat DBD. Sebab, ketika ada korban dan tidak mendapatkan penanganan segera, penderita bisa meninggal dunia.

“Perlu dilakukan antisipasi oleh Dinas Kesehatan supaya penyakit yang penyebarannya melalui nyamuk aedes aegypti ini tidak menyebar luas di masyarakat. Karena jumlah penderita penyakit ini dikhawatirkan bertambah mengingat sekarang telah masuk musim penghujan,” ungkapnya.

Samsul pun sudah meminta Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat Hernawan Widjajanto agar segera mengambil langkah konkret terkait banyaknya warga CikalongWetan yang terserang DBD. Diantaranya melakukan gerakan masif fogging ke lingkungan warga, tim kesehatan harus banyak turun memberi penyuluhan dan sosialisasi pencegahan DBD.

“Yang tidak kalah penting adalah menyiapkan tenaga kesehatan yang kompeten untuk standby di RSUD Cikalong Wetan selama 24 jam. Berikut Posko khusus DBD juga harus disiapkan serta ruangan khusus untuk melayani pasien yang terkena DBD dalam satu blok di RSUD. Supaya penanganan pasien bisa fokus dan komprehensif,” sebut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Dengan ditemukannya 12 pasien DBD di RSUD Cikalong Wetan ini berarti total ada 30 penderita DBD di KBB sepanjang bulan ini. Sebelumnya Dinkes KBB mencatat ada 18 orang yang menderita DBD, yakni lima orang di Cirata Desa Sirnagalih, empat orang di Cihanjuang Kecamatan Parongpong, tujuh orang di Cigugur Desa Ciwaruga, dan dua orang di Kompleks Permata, Kecamatan Ngamprah.

BACA JUGA:  75 Orang Karawang Terjangkit Demam Berdarah

“Saya rasa upaya yang harus dilakukan segera adalah melakukan fogging, agar jentik nyamuk penyebab menularnya DBD bisa mati. Semoga Dinkes bisa merespons dengan cepat persoalan ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan KBB, Hermawan Widjajanto meminta warga KBB untuk waspada terhadap penyakit DBD. Hal itu menyusul terdapat 238 orang warga yang sudah tersuspect DBD.

Kami himbau agar masyarakat bisa menerapkan gerakan 3M (menutup, menguras, dan mengubur-red). Selain itu, yang penting juga masyarakat bisa menjaga lingkungan. Saya rasa itu yang paling baik dalam mencegah DBD. Sebab, kalaupun ada fogging itu hanya membunuh nyamuk dewas saja,” kata Hernawan saat dihubungi, Rabu (23/1).

Untuk menecegah DBD dan agar kasus DBD ini tidak bertambah, saat ini pihaknya pun mengintensifkan kader juru pemantau jentik nyamuk (jumantik) dengan mendatangi rumah-rumah warga. Terlebih, dengan intensitas hujan tinggi seperti sekarang, lanjut Hernawan potensi demam berdarah juga lebih tinggi.

“Pengaktifkan jumantik per satu rumah itu terus kita lakukan. Selain itu, tempat-tempat penampung air juga diperiksa oleh petugas kami. Yang jelas, kita ingin memutus mata rantai DBD ini,” ujarnya.(sep/ded)