2019 Tahun Terakhir Renstra III, Alutsista TNI AU Capai 42%

BERI KETERANGAN: Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Yuyu Sutisna saat diwawancarai awak media usai menutup pendidikan Seskoau angkatan ke-56 tahun 2019 di Seskoau Lembang KBB, Selasa (12/11). EKO STONO/PASUNDAN EKSPRES

LEMBANG-Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengungkapkan, tahun 2019 merupakan tahun terakhir program Rencana Strategis (Renstra) III sekaligus kebijakan Minimum Essential Force (MEF) tahap II periode 2015-2019.

Oleh karena itu, Yuyu bertekad akan menuntaskan seluruh pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU di Renstra III. “Di Renstra ketiga ini, semua kontrak-kontrak sudah hampir selesai, hanya tinggal dua. Insyallah dalam dua bulan bisa diselesaikan,” kata Yuyu ketika menutup pendidikan Seskoau angkatan ke-56 tahun 2019 di Seskoau Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (12/11).

Jika pengadaan alutsista di Renstra III sudah tercapai, menurut dia, berarti pihaknya hanya tinggal menunggu barangnya datang. Saat ini, lanjut Yuyu, pencapaian alutsista TNI AU baru mencapai 42 persen, diharapkan di tahun 2024 atau di akhir Renstra IV sudah tercapai 100 persen.

Diakui Yuyu, pihaknya sempat terlambat memesan alutsista. Keterlambatan ini disebabkan karena regulasi, masalah teknologi serta aturan-aturan setempat. “Ada yang mulai 8 bulan real time-nya dari mulai kontrak, ada yang sampai 3 tahun, contohnya pesawat Hercules sampai 3 tahun baru datang. Diharapkan 2020 akhir sudah mulai pada berdatangan, 2024 diharapkan sudah selesai,” ujarnya.

Selain melengkapi kebutuhan alutsista, guna mendukung pertahanan dalam negeri, pihaknya telah membangun dua skuadron dan satu markas untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia bagian timur.

Sementara itu, dalam penutupan pendidikan angkatan ke-56 ini, Seskoau meluluskan sebanyak 132 siswa, termasuk 8 orang Wanita Angkatan Udara (Wara), TNI AD dua orang, TNI AL 2 orang, serta 7 orang perwira negara sahabat yang berasal dari Australia, Arab Saudi, India, Korea Selatan, Malaysia, Pakistan dan Singapura.

Menurutnya, perwira menengah yang sudah lulus akan menambah kekuatan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki TNI. “TNI AU berkomitmen untuk pengembangan SDM setelah Sesko, Sesko TNI kemudian Lemhanas dan selanjutnya, dalam kepemimpinan dan perkembangan teknologi,” jelasnya.(eko/sep)