3 Bulan Terakhir Masa Pandemi, Perempuan Hamil di KBB Capai 8.369 Orang

NGAMPRAH-Sebanyak 8.369 perempuan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dinyatakan hamil sejak pandemi Covid-19. Hal itu diungkapkan Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) KBB, Yeti Heryani saat dihubungi, Senin (18/5).

Dia menjelaskan tercatat pada Januari sebanyak 2.903 ibu hamil, Februari 3.026 ibu hamil, dan Maret 2.440 ibu hamil. Jumlah angka tersebut merupakan hasil pendataan Dinas Kesehatan KBB dari puskesmas yang ada di Bandung Barat. “Data itu berdasarkan pendataan di 32 puskesmas selama Covid-19. Total, sejak Januari sampai Maret ada 8.369 ibu hamil baru,” kata Yeti.

Meski demikian, kata dia, bahwa angka tersebut tidak tergolong tinggi. “Angka masih stabil dan tidak ada lonjakan signifikan. Selama ini, untuk distribusi alat kontrasepsi seperti kondom ke setiap wilayah juga lancar. Artinya, untuk program keluarga berencana (KB) sejauh ini cukup berhasil,” kata Yeti.

Sebelumnya, Kepala DP2KBP3A KBB, Eriska Hendrayana mengklaim, angka kehamilan di KBB tidak ada lonjakan karena sejumlah program KB bagi angka pasangan subur seperti program IUD (Intrauterine device), kondom, suntik KB, dan pil KB selama pandemi Covid-19 berjalan dengan baik. “Mungkin kita berbeda dengan daerah lain, karena selama Covid-19 ada pembatasan operasional pelayanan. Tapi di KBB tidak, semua pelayanan bidan tetap buka. Faktor lainnya mungkin startegi melaui kampanye-kampanye program KB juga yang memang cukup berhasil di masyarakat,” ujarnya.(sep)