Aa Umbara Sutisna Terima ”Kadeudeuh” dari Kadis, Ricky : Adat Orang Timur 

sidang kasus korupsi bantuan sosial Covid-19 KBB
EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES  SIDANG: Lanjutan sidang kasus  bantuan sosial Covid-19 yang menjerat Aa Umbara Sutisna Bupati Bandung Barat non aktif.

BANDUNG-Lanjutan sidang kasus bantuan sosial Covid-19 yang menjerat Aa Umbara Sutisna Bupati Bandung Barat non aktif kembali digelar. Kali ini, menghadirkan empat orang saksi dari pegawai di lingkungan Pemkab Kabupaten Bandung Barat.

Salah seorang yang menjadi saksi pada persidangan adalah Ricky Riadi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdaganan KBB. Dalam persidangan hari Rabu (8/9) terungkap Ricky serahkan sejumlah uang diduga untuk Aa Umbara Sutisna.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Feby Dwiyandospendy menanyakan terhadap saksi terkait saksi yang memberikan uang  beberapa kali.

BACA JUGA: Asal-usul Sepeda Lipat, dari Tunggangan Militer hingga Jadi Buruan di Indonesia

Yang pertama, benarkah saksi telah menyerahkan uang Rp2.500.000 melalui ajudan. Saat penyerahaan sertifikasi halal? di Rumah makan saung pengkolan lembang

“Iya betul, untuk uang bensin, sumber uang dari anggaran pribadi bukan anggaran dari Indag karena tidak dianggrakan,” aku Ricky.

Selanjutnya, di awal ada Covid 19, Ricky juga berikan uang sebesar Rp5.000.000 saat bupati Non Aktif adakan monitoring protokol kesehatan di pasar Panorama Lembang. Saat itu, Umbara melihat pedagang yang belum menggunakan masker, saat itu kata Ricky Bupati non aktif menyarankan untuk membeli masker.

Ricky mengungkapkan, saat ini Umbara memerintahkan untuk menyiapkan masker dengan cara patungan dengan rekan kepala dinas yang lain untuk membeli masker. Alhasil saat itu, ada tiga orang kepala dinas diantara Ricky Riadi yang memberikan uang masing masing Rp5.000.000, sehingga terkumpul Rp15.000.000 yang diberikan kepada sekpri.

Namun saat ditanyakan, apakah betul dibelikan masker, Ricky terdiam dan menjawab. “Saya hanya gitu perintahnya pa,” jawab Ricky.

BACA JUGA: Disusupi Virus Joker!! Berikut Daftar Delapan Aplikasi Android yang dapat Menguras Isi Rekening

BACA JUGA:  Pemkab Tekan Angka Pengangguran

Tidak hanya di situ, Ricky mengaku telah memberikan uang sebesar Rp5.000.000 saat syukuran ulang tahun Bupati Non Aktif itu. Menurutnya, di hadapan majelis sidang itu merupakan uang ‘Kadeudeuh’

“Iya tempatnya di rumah bupati. Sebagai anak buahnya memberikan kadeudeuh kepada bupati memberikan uang Rp5.000.000,” kata Ricky.

Bahkan, saat ada Family Gathring di Pangandaran, Ricky pun mengakui memberikan uang sebesar Rp10.000.0000. Awalnya, Ricky mengaku hanya Rp5.000.000 namun setelah JPU meyakinkan Ricky pun mengakui memberikan Rp10.000.0000.

Apakah ada menyerahkan uang ke bupati? Tanya JPU? “Tidak ke Bupati, melalui ajudan,” jawabnya. “Berapa?” timpal JPU, “Rp5 juta,” kata Ricky.

“BAP sudara Rp10 juta Lho,?” Tanya Jaksa. “Oh betul 10 juta,” kata Ricky.

Bahkan Ricky pun mengakui memberikan sapi kurban seharga Rp50.000.000 kepada Jajang Sumarno, keluarga dari Bupati Aa Umbara Sutisna.

Terus sapi itu dikemanakan? tanya JPU. “Dua sapi itu untuk di Lembang di berikan ke jajang Sumarno,” jawabnya.

Selain itu, Ricky pun memberikan uang sebesar Rp3.000.000 kepada supir bupati non aktif, dengan alasan meminjamkannya untuk kebutuhan sekolah anak supir bupati.

Saat dikonfirmasi, motivasi apa meberikan uang kepada bupati, Ricky mengungkapkan karena sebagai orang timur memberi dengan ikhlas.

“Sesuai dengan adat karena orang timur ada bantuan memberi bantuan dengan ikhlas,” ucapnya.(eko/vry)