Bandung Barat Kembali jadi Zona Merah, Kasus Tertinggi Ada Di Lembang

BANDUNG-Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi daerah yang memiliki kasus Covid-19  tertinggi di KBB.

Berdasarkan data di Pusat Informasi dan Koordinasi (PIK) Kabupaten Bandung Barat, Di Lembang ada 269 kasus positif. Rinciannya 90 orang positif aktif, 170 orang dinyatakan sembuh, dan 9 orang meninggal dunia.

Disusul Kecamatan Ngamprah dengan 182 kasus. Rinciannya 71 orang dinyatakan positif aktif, 109 dinyatakan sembuh, dan 2 orang meninggal dunia. Lalu ada Kecamatan Padalarang dengan 146 kasus positif. Rinciannya 33 positif aktif, 109 dinyatakan sembuh, dan 4 orang meninggal dunia.

Sehingga Kabupaten KBB kembali  ke zona merah, hal itu terungkap  saat evaluasi Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Jawa Barat yang diinformasikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB Nanang Ismantoro mengungkapkan  Bandung Barat kembali menjadi  zona merah atau risiko tinggi penyebaran COVID-19 karena lonjakan kasus yang terjadi beberapa hari belakangan ini.

“Memang fluktuatif kasusnya. Beberapa hari kemarin ada penambahan kasus lumayan besar sampai 54 kasus positif baru. Akhirnya itu menyebabkan KBB masuk zona merah lagi,” ungkap Nanang saat dihubungi. Kemarin.

Menjelang libur akhir tahun, pihaknya juga mendapati kabar ada sembilan orang pekerja wisata di Lembang yang terpapar COVID-19 hingga akhirnya objek wisata tersebut terpaksa ditutup sementara.

“Iya kemarin ada laporan sembilan pekerja wisata positif juga. Sesuai aturan objek wisatanya tutup sementara cuma berapa lamanya saat ini kita masih menunggu laporan,” terangnya.

Gubernur Jawa Barat pun melarang wisatawan untuk datang ke Bandung dan KBB pada pekan ini mengingat ada perubahan zona dan perkembangan kasus yang melonjak drastis. Menanggapi hal tersebut, Nanang menyebut pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak Pemprov Jabar soal pelarangan tersebut.

“Kalau arahan gubernur (Jawa Barat) kan memang melarang datang dulu ke KBB, kita tunggu dulu hasil koordinasi untuk melihat bagaimana pelaksanaan liburan di tengah pandemi ini,” tuturnya.

Nanang mengatakan penyebab melonjaknya kasus COVID-19 di Bandung Barat selain karena konsekuensi swab test masif, juga karena perjalanan antar daerah dan longgarnya pengawasan kedatangan tamu dari luar daerah.

“Peningkatan kasus di KBB ini dari pergerakan masyarakat yang keluar dan masuk dari berbagai daerah. Kalau dulu itu kan sigap dengan status ODP saat ada yg datang dari luar daerah. Kalau sekarang itu kan cenderung biasa saja meskipun ada yang datang dari luar daerah,” Paparnya.(eko/ded)