Bantu Warga, Serma Iwan Rela Potong Gaji

SALURKAN SEMBAKO: Babinsa Desa Jayagiri Serma Iwan menyalurkan sembako kepada warga kurang mampu terdampak covid-19. EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES

LEMBANG-Di tengah situasi pandemi virus korona, semangat membantu antar sesama harus terus ditumbuhkan terutama dengan warga yang memiliki kesulitan ekonomi akibat pandemi ini.

Pasalnya, kebijakan pembatasan aktivitas berakibat sebagian warga harus berhenti bekerja dan tidak mendapatkan penghasilan.

Hal tersebut yang mendasari Serma Iwan Setiawan, seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat yang menyisihkan atau memotong sebagian penghasilannya untuk membantu warga kurang mampu di wilayah binaannya.

“Di wilayah desa binaan saya, hampir 60 persen warga terkena imbas akibat pandemi Covid-19. Maka itulah, sebagai muslim, saya keluarkan zakat penghasilan sebanyak 2,5 persen untuk membantu keluarga prasejahtera, utamanya bagi lansia dan warga yang mengalami stroke,” kata Iwan, Rabu (15/4).

Anggota Koramil 0901/Lembang Kodim 0609 Kabupaten Bandung ini mengaku tidak mengharap pujian dari orang. Namun, Iwan menginginkan, langkah ini bisa mengetuk hati warga mampu lainnya untuk saling tolong menolong di tengah kesusahan yang dihadapi warga selama pandemi ini.

“Saya hanya ingin beramal, lagi pula dalam aturan Islam, kita mesti sisihkan zakat penghasilan untuk membatu fakir miskin dan orang membutuhkan. Apalagi ketika saya turun menyambangi warga, banyak sekali warga yang kesusahan. Ternyata dampak korona ini terasa begitu parah,” ujarnya.

Iwan menyebutkan, bantuan yang disalurkan berupa sejumlah bahan pokok seperti beras, gula, teh, mie instan, kecap dan uang Rp50 ribu untuk warga rentan seperti janda dan fakir miskin yang berada di Desa Jayagiri.

Disela-sela menyalurkan bantuan, Iwan menambahkan, dirinya juga memberikan pemahaman akan pentingnya social distancing dan physical distancing dalam upaya memutus rantai pandemi Korona. “Dengan total jumlah penduduk Desa Jayagiri yang mencapai nyaris 20 ribu jiwa, rentan terjadi penularan virus korona. Maka dari itu, social distancing dan physical distancing wajib dipatuhi warga,” jelasnya.(eko/sep)