Bawang Bombay Tembus Rp 160.000 Per Kilogram

AKIBAT CORONA: Akibat virus Corona, bawang bombay di Pasar Panorama tembus Rp 160.000 Per Kilogram. EKO SETIYONO/PASUNDAN EKSPRES

LEMBANG-Wabah virus corona berdampak terhadap berbagai lini, tidak terkecuali harga berbagai jenis bumbu yang kini harganya turut terdorong naik hingga berkali lipat.

Berdasarkan pantauan di Pasar Panorama Lembang, beberapa jenis bumbu yang mengalami kenaikan diantaranya, bawang bombay dari harga Rp28.000 per kilogram menjadi Rp160.000 perkilogram dan sempat menyentuh harga Rp200.000 perkilogram.

Begitu juga dengan harga cabe kering dari harga Rp50.000 menjadi Rp150.000 ribu per kilogram. Sedangkan harga bawang putih tidak mengalami kenaikan yang signifikan, pedagang rata-rata menjual per kilogramnya seharga Rp60.000 per kilogram yang sebelumnya dikisaran Rp48.000 per kilogram.

Menurut salah seorang pedagang Pasar Panorama Lembang, Aceng, dalam dua pekan terakhir harga berbagai kebutuhan bumbu mengalami kenaikan dengan variatif sesuai dengan jenisnya. Namun dari semuanya hanya bawang bombay yang naiknya hingga semblan kali lipatnya. “Bawang bombay selain harganya naik, barangnya juga langka,” katanya, Minggu (8/3).

Warga kaget harga naik sangat tinggi

Kebutuhan bawang bombay, lanjut Aceng, memang sangat tinggi untuk dijadikan sebagai berbagai bumbu masakan. Akan tetapi ketika mengetahui harga yang tinggi, tidak sedikit yang mengurungkan untuk membeli. “Masyarakat banyak yang nanyain, tapi saat ditimbang dan harganya mahal banyak yang kaget juga karena naiknya tidak kira-kira,” ungkapnya.

Aceng memaklumi naiknya bawang bombay karena kebanyakan untuk jenis bawang harus diimpor dari Tiongkok. Dengan kondisi wabah Corona pasokan bawang terbatas yang mengakibatkan langka di pasaran.

“Kan, kalau bawang dan jenis bumbu lainnya kebanyakan impor dari berbagai negara yang terkena virus corona jadi agak sulit mendapatkan barang. Berbeda dengan kunyit atau jahe merah merupakan produk lokal, tapi tetap karena barangnya sedikit sedangkan permintaan meningkat maka harganya juga ikut naik,” bebernya.

Bagi para pedagang seperti Aceng, naik harga bukan masalah. Justru yang menimbulkan masalah ketika harga naik tapi barangnya tidak ada. “Kalau bagi pedagang mah, tidak masalah harga naik karena otomatis harganya juga akan naik, walaupun dari penjualan jumlahnya turun karena untuk bawang bombay dijualnya per buah,” ujar Aceng.

Salah seorang pembeli, Dewi menyebutkan, terkakhir membeli bawang Bombay per buahnya sekitar Rp3.000. Namun saat akan membeli sebanyak tiga buah bawang Bombay, pedagang menyebutkan harganya Rp40 ribu. “Wah naiknya gak kira-kira, ini aja beli satu buah bawang Bombay harganya Rp13.000,” tuturnya.(eko/sep/ysp)