Bendera Raksasa Dikibarkan di Gunung Batu Lembang

Gunung Batu Lembang
CURAM: Para pegiatan pecinta alam saat mengibarkan bendera raksasa di tebing Gunung Batu Lembang. EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES

Tanda Pantang Menyerah

LEMBANG-Banyak cara masyarakat melakukan perayaan HUT RI ke-75. Seperti yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Warloc dan pecinta alam melakukan aksi yang menegangkan dalam pengibaran bendera.
Aksi menegangkan dilakukan pada tebing 1.228 meter di atas permukaan laut (mdpl). Menjelang Hari Kemerdekaan RI ke-75, bendera Merah Putih raksasa berukuran 8×12 meter dikibarkan tepat di tebing Gunung Batu, Lembang.

“Pengibaran bendera yang menegangkan ini diinisiasi komunitas pecinta alam Warlock 40791, Karang Taruna Kecamatan Lembang, serta penggiat panjat tebing” ujar Ketua Panitia Penyelenggara, Hasbon kepada Pasundan Ekspres, Senin (17/8).

Pengibaran dan upacara bendera yang dimulai sekitar pukul 9.30 WIB itu, menyedot perhatian warga sekitar. Tak kurang dari 500 orang ikut serta dalam prosesi upacara, mulai dari persiapan pasukan hingga pengibaran bendera.

Baca Juga: Peringatan HUT RI, 388 Narapidana Lapas Subang Dapat Remisi

Bendera Merah Putih dinaikkan dengan iringan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Para peserta upacara mengikuti upacara secara khidmat, dengan mematuhi protokol kesehatan.
Hasbon mengatakan, pengibaran bendera dilaksanakan untuk ketiga kalinya setelah 2016, 2018 dan terakhir di tahun ini. Lokasi pengibaran bendera di tebing Gunung Batu dipilih karena dianggap memiliki historis bagi masyarakat Lembang dan sekitarnya.

Titik Sesar Lembang yang harus terus dijaga

“Gunung Batu sudah sangat dikenal masyarakat Lembang dan Bandung karena disinilah titik Sesar Lembang yang harus terus dijaga seperti halnya kita menjaga keutuhan bangsa dan NKRI,” kata Hasbon.

Dia menyatakan, pengibaran bendera sengaja dilakukan sehari jelang HUT kemerdekaan agar masyarakat konsentrasi merayakannya. “Agar 17 Agustus masyarakat bisa ikut serta upacara di tempatnya masing-masing sehingga kita memilih kegiatannya diselenggarakan hari ini,” bebernya.

Dede Holid, Tokoh Masyarakat Lembang sangat mengapresiasi kegiatan pengibaran bendera yang dilakukan di lereng gunung batu tersebut. Pasalnya, gunung batu merupakan bagian dari gunung purba sebagai pusat dari patahan Lembang.

“Saya sangat mengapresiasi aksi heroik para pendaki untuk membentangkan bendera raksasa, ini bagian dari patriotisme mereka, menandakan pantang menyerah sehingga sang saka merah putih dapat berkibar di atas tebing,” paparnya.

Salah seorang pemanjat yang bertugas mengibarkan bendera, Aep mengungkapkan kegiatan ini melibatkan 12 orang yang terdiri dari pemanjat dan pasukan pengibar. Adapun pengibaran bendera kali ini hanya membutuhkan persiapan tiga hari. “Prosesi pengibaran bendera berjalan lancar dan sesuai rencana, dari mulai persiapan hingga kenaikan bendera kira-kira membutuhkan waktu sekitar 45 menit,” ungkapnya.

Dia mengaku, ilalang, tebing yang curam serta hembusan angin menjadi tantangan saat mengibarkan bendera raksasa. Apalagi, titik lokasi pengibaran bukan jalur favorit para pemanjat. “Tapi untuk para penggiat pemanjat, tantangan tadi bukan jadi masalah karena kita sudah kenal dengan lokasi ini,” jelasnya.(eko/sep)